Kamis, 1 Januari 2026

Akses Jalan dan Fasilitas Publik Dipulihkan, Pembersihan Kayu Terus Dipercepat

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan melanjutkan operasi pembersihan material kayu dan limbah pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Aceh dan Sumatera Utara sebagai bagian dari percepatan pemulihan lingkungan dan akses masyarakat. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta mitra terkait.

Operasi pembersihan difokuskan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, serta di beberapa desa terdampak di Sumatera Utara. Penanganan dilakukan melalui pengerahan alat berat, personel gabungan, dan pengaturan teknis lapangan guna memastikan akses jalan, fasilitas publik, dan kawasan permukiman dapat segera berfungsi kembali.

Di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang, tim gabungan mengoperasikan 34 unit alat berat yang masih aktif bekerja hingga Senin, 29 Desember 2025. Progres pembersihan telah mencapai sekitar 94 persen, mencakup area utama pesantren, ruang belajar, ruang guru, fasilitas wudu masjid, serta rumah warga di sekitarnya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Subhan, menyampaikan bahwa prioritas penanganan diarahkan pada pemulihan fungsi sosial masyarakat.
“Pembersihan tidak hanya memindahkan tumpukan kayu, tetapi memastikan kegiatan pendidikan dan ibadah dapat kembali berjalan. Tim kami juga melakukan pekerjaan lembur malam untuk mempercepat penyelesaian,” ujar Subhan.

Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pembersihan akses jalan dan fasilitas umum terus berlangsung dengan dukungan enam unit ekskavator. Akses jalan Desa Geudumbak tetap terbuka, sementara pembersihan fasilitas pendidikan telah diselesaikan di SMP Negeri 3 Langkahan dan sembilan ruang belajar di SD Negeri 7 Langkahan.

Di Sumatera Utara, operasi pembersihan dilaksanakan di Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang. Kegiatan ini melibatkan alat berat dan dump truck dari Kementerian Kehutanan, TNI, BNPB, serta dukungan mitra perusahaan. Penanganan difokuskan pada pembersihan rumah warga, fasilitas umum, pengangkutan lumpur, dan pemilahan material kayu di sekitar alur Sungai Garoga.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi mengikuti komando satuan tugas daerah.

“Kami mendukung penuh upaya pemulihan yang dipimpin pemerintah daerah bersama TNI. Fokus kami memastikan pembersihan berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak,” kata Novita.

Kementerian Kehutanan memastikan operasi pembersihan akan terus berlanjut dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan cuaca. Koordinasi lintas sektor tetap menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan pascabencana serta memulihkan fungsi lingkungan dan aktivitas sosial masyarakat.

- Advertisement -spot_img

More Articles