ASEAN dan Australia Perkuat Kemitraan Strategis di Washington

Latest

- Advertisement -spot_img

ASEAN dan Australia menegaskan kembali komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempererat kerja sama dalam pertemuan yang berlangsung di Wisma Indonesia, Washington, DC, pada 3 November 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri para duta besar negara anggota ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Committee in Washington (ACW), Wakil Sekretaris Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Michelle Chan, serta Duta Besar Australia untuk Amerika Serikat yang baru ditunjuk, Greg Moriarty.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Ketua ACW, Indroyono Soesilo, menjadi tuan rumah pertemuan yang diselenggarakan di Wisma Indonesia, Tilden Street. Diskusi berfokus pada upaya menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang aman, damai, dan sejahtera.

Indroyono menyebut Australia sebagai salah satu mitra terdekat ASEAN. Ia juga menyoroti hubungan panjang yang telah terjalin antara kedua pihak. Australia menjadi mitra dialog pertama ASEAN pada 1974, yang kemudian menjadi landasan bagi kerja sama selama lebih dari lima dekade.

Pada Oktober 2021, hubungan tersebut ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership). Peningkatan status ini mencerminkan semakin luasnya cakupan kolaborasi antara ASEAN dan Australia.

Kemitraan tersebut kini tidak hanya mencakup hubungan diplomatik, tetapi juga kerja sama konkret untuk menjawab prioritas pembangunan kawasan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Chan memaparkan berbagai bidang kerja sama, antara lain ekonomi digital, ASEAN Power Grid atau jaringan listrik ASEAN, mineral kritis dan unsur tanah jarang, pertanian, keamanan maritim, serta pertahanan.

Berbagai bidang tersebut mencerminkan semakin eratnya keterkaitan antara sektor energi, pembangunan ekonomi, dan keamanan kawasan. Konektivitas listrik lintas negara dapat mendukung transisi energi, sementara kerja sama di bidang mineral kritis membuka peluang untuk memperkuat rantai pasok bagi industri masa depan.

Bidang kerja sama lainnya mencakup perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, pendidikan, pengembangan keterampilan, serta aksi perubahan iklim.

Australia juga mendukung kerja sama di bidang keamanan siber, pemberantasan kejahatan lintas negara, dan pencegahan perdagangan orang. Program beasiswa dan pertukaran pendidikan turut memperkuat hubungan antarmasyarakat sehingga kemitraan tidak hanya terbatas pada hubungan antarpemerintah.

Sementara itu, Moriarty menekankan pentingnya meningkatkan profil kawasan Asia Tenggara di Washington. Menurutnya, ASEAN dan Australia dapat bekerja sama untuk memperkenalkan kawasan tersebut kepada para mitra Amerika Serikat, termasuk pemerintah federal dan anggota Kongres di Capitol Hill, sebagai kawasan yang aman, damai, dan semakin sejahtera.

Keterlibatan tersebut dinilai dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai Asia Tenggara. Kawasan ini tidak hanya menghadapi berbagai tantangan strategis, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai mitra dalam pengembangan ekonomi dan pembangunan.

Pertemuan di Washington tersebut menegaskan kembali komitmen ASEAN dan Australia untuk memajukan kemitraan melalui kepercayaan, dialog, dan kerja sama konkret. Upaya ini diarahkan untuk membangun kawasan Asia Tenggara yang lebih tangguh dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.

- Advertisement -spot_img

More Articles