Selasa, 21 April 2026

Menggarap Peluang Ekonomi Kreatif Dalam US-Indonesia Comprehensive Strategic Partnership

Latest

- Advertisement -spot_img

Ekonomi kreatif (ekraf) kian menempati posisi strategis dalam hubungan bilateral Indonesia–Amerika Serikat.  Untuk itu, kerjasama antara kedua negara dibidang ekonomi kreatif akan terus ditingkatkan dan dikembangkan dimasa depan.

Demikian kesimpulan pertemuan antara Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya dengan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, Selasa 14 April 2026.

Disampaikan oleh Menteri Riefky Harsya bahwa investasi sektor ini ditahun 2025 mencapai Rp.183 trilyun, dengan nilai ekspor mendekati US$ 32 milyar, menjadikannya motor penting pertumbuhan dan sumber baru perdagangan bernilai tambah antara kedua negara.  Investasi dan ekspor, antara lain, datang dari game, aplikasi, film, animasi, video, fesyen, kriya dan kuliner.

Dalam kerangka US–Indonesia Comprehensive Strategic Partnership, ekonomi kreatif—khususnya game, aplikasi, film, animasi, video, dan musik—mulai diposisikan sebagai pilar kerja sama ekonomi digital, dan people-to-people contact.

Melalui “U.S. Business for Indonesia: Creative Economy Forum”, pemerintah mempertemukan pelaku Indonesia dengan perusahaan Amerika seperti Netflix, Universal Pictures, Google, Roblox, LinkedIn, dan Scholastic untuk menjajaki co-production, distribusi konten, pemanfaatan platform digital, serta investasi bersama.

Di tingkat ekosistem, Sinar Mas Land mengembangkan D-HUB SEZ BSD City di Serpong sebagai simpul ekonomi kreatif dan digital, MNC Group bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat talenta muda di bidang konten dan hiburan, sementara Nongsa Digital Park di Batam berfungsi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus digital yang menghubungkan kreator dan startup Indonesia dengan pasar regional dan global, termasuk mitra serta investor dari Amerika Serikat.

Dibidang game, peluang kerjasama dengan AS dapat dirintis , misalnya, melalui pengembangan bersama Intelectual Property (IP) konten berbasis budaya Nusantara dan mitra AS menyediakan publishing, marketing global dan optimasi monetisasi.

Juga di bidang E-sports, melalui penyelenggaraan turnamen internasional bersama yang akan menjadikan Indonesia sebagai hub regional, dengan sponsor dan media partner AS, untuk memperluas branding IP Indonesia.  Industri desain game di Indonesia yang menonjol saat ini, antara lain, perusahaan Agate di Bandung.  

Kerja sama animasi RI – AS berpotensi besar karena karakter dan kisah Nusantara sangat visual dan mudah diadaptasi. Studio animasi Indonesia dapat menjadi mitra produksi untuk serial atau film animasi global dengan standar tinggi, sekaligus mengembangkan IP lokal untuk didistribusikan melalui jaringan mitra AS.  Salah satu industri animasi yang menonjol di Indonesia saat ini adalah Amikom di Yogyakarta.

Musik dapat diposisikan sebagai sub-sektor ekonomi kreatif yang menguatkan soft power dan diplomasi budaya melalui kolaborasi konser, tur bersama, festival bersama, dan program residensi musisi Indonesia di kota-kota musik penting di AS (New York, Los Angeles, Nashville, New Orleans).  Juga segera di rintis kerjasama untuk mengembangkan talenta dan pendidikan musik antara kampus musik dan sekolah seni di Indonesia (ISI, sekolah musik swasta) dan lembaga di AS (conservatory, universitas, community college) dengan fokus pada performance, produksi, dan manajemen musik.

Pertemuan antara Menteri Ekonomi Kreatif RI dengan Dubes RI di Amerika Serikat akan segera ditindak-lanjuti dengan pertemuan teknis antara mitra terkait di Indonesia dan di AS, dengan fasilitasi KBRI dan Konsulat Jenderal RI di Amerika Serikat.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles