Kamis, 1 Januari 2026

Gamelan Merambah Amerika Serikat

Latest

- Advertisement -spot_img

Pengenalan dan penampilan karawitan gamelan yang dilaksanakan oleh para diaspora Indonesia di wilayah Washington DC, Maryland dan Virginia, bersama mitra warga Negara AS membantu pendekatan soft diplomacy para diplomat Indonesia di Negara Paman Sam ini. Komunitas gamelan di Washington DC aktif berlatih dan tampil pentas diberbagai pagelaran budaya di ibukota Amerika Serikat.

Gamelan Jawa slendro dan pelok, bernama Kyai Palio Jati (Penjaga Keaslian), yang dimiliki Kedutaan Besar RI di Washington DC . merupakan hadiah dari Sultan Yogya, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 2014 lalu, turut mengiringi tari tarian Jawa yang ditampilkan sanggar tari Santi Budaya – Washington DC, diperkuat para penari yang datang dari mancanegara.

Selain di ibukota AS ini, terdapat sekitar 300-an unit gamelan Jawa tersebar di seluruh Amerika Serikat, 100 unit diantaranya berada di kampus kampus Universitas AS. Mata pelajaran gamelan berlangsung di kampus kampus tadi dan diakhir semester perkuliahan selalu digelar pentas gamelan, menampilkan kemahiran para mahasiswa peserta kuliah, yaitu para nayaga, berikut para pesindennya. Semakin banyak warga AS yang mencintai musik gamelan.

Mereka menyatakan bahwa lantunan suara gamelan menciptakan suasana harmoni, hening, ketenangan jiwa dan menghilangkan stress. Sepertinya, ini sangat cocok bagi masyarakat pasca-industri, seperti masyarakat AS ini. Apalagi, sejak 15 Desember 2021, gamelan sudah masuk daftar Warisan Dunia UNESCO (UNESCO World Heritage). Artinya, alat musik tradisional dari Jawa ini sudah menjadi milik Dunia dan wajib dipelihara, dikembangkan, diwariskan serta dilestarikan oleh warga Dunia.

Setiap tahun, gamelan Kyai Palio Jati, dibawah pimpinan pengrawit Muryanto, selalu tampil sebagai: “Javanese Ensemble of the Indonesian Embassy” di acara tahunan International Club of DC, tempat berhimpunnya para professional global di ibukota AS ini. Sudah barang tentu, tari-tarian Jawa dari sanggar tari Santi Budaya, salah satu penarinya adalah Clare Wolfowitz, tidak ketinggalan unjuk kebolehan di event internasional tadi.

Gamelan Indonesia, baik gamelan Jawa, Bali maupun musik gamelan versi kotemporer sudah pernah unjuk kemampuan di sesi Millenium Stage, Kennedy Center for the Performing Arts, salah satu pusat budaya terkemuka Dunia, berlokasi di Wahington DC.AS. Disana pernah tampil gamelan Raga Kusuma dari Bali, mengiringi pertunjukan Wayang Bali “Sutasoma”.

Pernah tampil pula kelompok Electric Junkyard Gamelan dan Jogja Hip-Hop Foundation yang memadukan unsur gamelan dan puisi Jawa. Pada bulan Februari 2026 mendatang, “Javanese Ensemble of the Indonesian Embassy” akan tampil kembali dengan peragaan gamelan Kyai Paleo Jati, serta tari-tarian tradisional Jawa, dihadapan anggota korps diplomatik, anggota konggres AS, pejabat AS dan para industrialis AS.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles