Jumat, 2 Januari 2026

Unimus Luncurkan Hutan Wakaf Pendidikan Berbasis Kolaborasi

Latest

- Advertisement -spot_img

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) meresmikan Hutan Wakaf Pendidikan di lingkungan kampus pada Senin (1/9/2025).

Program ini lahir dari kerja sama dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN).

Hutan Wakaf Pendidikan dibangun di atas lahan seluas ±3.000 m² dan dirancang sebagai ruang hijau produktif sekaligus laboratorium hidup.

Inisiatif ini menekankan pengelolaan hutan berbasis nilai Islam, pemberdayaan komunitas, serta keberlanjutan lingkungan.

Peresmian ditandai dengan penanaman pohon bersama Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Ketua PP Muhammadiyah Dr. M. Busyro Muqoddas, Ketua LHKP PP Muhammadiyah Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., serta perwakilan pimpinan Muhammadiyah dan civitas akademika.

Prof. Masrukhi menegaskan hutan wakaf menjadi langkah konkret pemanfaatan lahan wakaf Muhammadiyah agar tidak terbengkalai.

“Dengan inisiatif ini, kami ingin menghijaukan sekaligus menghadirkan manfaat ekologis dan edukatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Mahfud Munajad, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, menyatakan siap mendukung program ini melalui penyediaan bibit dan kolaborasi pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Busyro Muqoddas menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekologi berkeadilan.

Ia menyebut peluncuran Hutan Wakaf Pendidikan sebagai simbol kontribusi Muhammadiyah dalam menghadirkan solusi atas tantangan kehutanan di Indonesia.

Rangkaian acara meliputi pemaparan site plan, penandatanganan kerja sama antara Unimus, LHKP, dan LATIN, serta talkshow tematik yang membahas pengelolaan sumber daya alam berkeadilan dan ekonomi restoratif.

Dalam jangka panjang, Hutan Wakaf Pendidikan Unimus ditargetkan menjadi model nasional pengelolaan hutan berbasis wakaf sekaligus pusat inovasi konservasi yang melibatkan akademisi, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles