Jumat, 2 Januari 2026

Kuatkan Tata Kelola Hutan Adat, Kuansing Siap Sinergi dengan Kemenhut

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memperkuat sinergi dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mendukung tata kelola hutan adat berbasis kearifan lokal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan resmi Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, ke kantor Kementerian Kehutanan RI di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Bupati Suhardiman diterima langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas strategi pelestarian hutan adat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan sekaligus ruang hidup budaya masyarakat.

Bupati Suhardiman juga menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Raja Juli untuk hadir dalam pembukaan Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar 20 Agustus mendatang di Teluk Kuantan, Riau.

Menteri Kehutanan menyambut hangat kunjungan tersebut. Sebagai putra daerah Lubuk Jambi, Raja Juli menyatakan rasa bangga atas kelestarian budaya Pacu Jalur yang tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kuansing.

“Warisan budaya seperti Pacu Jalur adalah cermin relasi erat masyarakat dengan alam, terutama hutan dan sungai,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Raja Juli juga mengangkat kisah inspiratif Rayyan Arkan Dikha, bocah Kuansing yang aktif dalam gerakan edukasi lingkungan melalui program Aura Farming.

Dikha hadir bersama kedua orang tuanya dan turut menyampaikan gagasannya soal pelestarian hutan adat sebagai ruang belajar dan inovasi anak-anak desa.

“Kita sering lupa, dari kayu hutanlah perahu Jalur dibuat, dan di sungai yang terjaga bersihlah mereka berlomba. Tanpa hutan, budaya ini akan hilang,” tegas Menteri Raja Juli.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kehutanan RI dan Pemerintah Kabupaten Kuansing bersepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam tata kelola hutan adat.

Kerja sama ini akan difokuskan pada konservasi berbasis masyarakat, pendidikan lingkungan, serta pengembangan ekonomi hijau yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Festival Pacu Jalur 2025 diproyeksikan tidak hanya sebagai ajang budaya, tetapi juga momentum mempertemukan pelestarian tradisi dan upaya menjaga lingkungan hidup.

Pemerintah berharap festival ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mengintegrasikan budaya dan kehutanan dalam strategi pembangunan berkelanjutan. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles