Sabtu, 3 Januari 2026

Presiden Prabowo Resmikan 55 Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi

Latest

- Advertisement -spot_img

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi pada Kamis, 26 Juni 2025.

Acara ini dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit I, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dan turut menandai peningkatan produksi minyak nasional dari Blok Cepu sebesar 30.000 barel per hari.

Dalam pidatonya yang disampaikan secara daring, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan energi bersih menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian energi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Kita dikaruniai sumber energi yang sangat besar, termasuk energi terbarukan. Tugas kita adalah mengelola dengan cerdas dan efisien untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Dari total proyek yang diresmikan, 50 telah siap beroperasi secara komersial, terdiri atas tiga PLTP dengan kapasitas 91,9 megawatt dan 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 27,8 megawatt.

Sementara itu, lima proyek PLTP lainnya sedang dalam tahap konstruksi dan akan menambah kapasitas sebesar 260 megawatt jika rampung.

Seluruh proyek diperkirakan mampu menghasilkan tambahan energi lebih dari 3 terawatt jam per tahun—kontribusi penting untuk bauran energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang hadir langsung di lokasi menyatakan bahwa pembangunan pembangkit berbasis EBT adalah bagian dari komitmen Indonesia menuju netral karbon tahun 2060.

“Kita tidak hanya fokus membangun PLTP, tapi juga menyasar desa-desa yang belum terjangkau listrik melalui PLTS. Ini bukti pemerataan akses energi,” kata Bahlil.

Selain peresmian proyek EBT, Bahlil juga melaporkan peningkatan signifikan produksi minyak dari Blok Cepu di Lapangan Banyu Urip, yang kini berkontribusi hingga 180.000 barel per hari—setara 25% dari total produksi minyak nasional.

Ia menekankan bahwa tambahan produksi 30.000 barel tersebut diselesaikan hanya dalam delapan bulan, lebih cepat dari jadwal awal yang dirancang 18 bulan.

“Ini pencapaian yang luar biasa. Target jangka menengah kita adalah 900.000 hingga 1 juta barel per hari pada 2030,” tambahnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, mitra swasta, dan lembaga internasional.

Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam tata kelola energi nasional demi memastikan harga energi yang kompetitif dan ramah lingkungan bagi masyarakat. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles