Jumat, 2 Januari 2026

Perkenalan dengan Kadin AS, Dubes RI Gaet Minat Perusahaan Top AS untuk Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia

Latest

- Advertisement -spot_img

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menghadiri acara perkenalan dan executive roundtable yang diselenggarakan oleh U.S. Chamber of Commerce (Kadin AS). Pertemuan tersebut dipimpin oleh John Goyer, Wakil Presiden untuk Asia Tenggara dan Oseania.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah perusahaan terkemuka Amerika Serikat, antara lain Freeport, PepsiCo, Visa, Bristol Myers Squibb, Nielsen, Cargill, dan beberapa perusahaan lainnya.

Dalam sambutannya, Dubes Indroyono menekankan semakin kuatnya hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership / CSP) yang dibentuk pada tahun 2023.

“Selain hubungan kelembagaan yang semakin erat, para pemimpin kedua negara juga menjalin kedekatan personal. Presiden Prabowo dan Presiden Trump telah bertemu sebanyak tiga kali, yaitu di New York, Sharm El-Sheikh, dan yang terbaru akhir pekan lalu di Kuala Lumpur,” ujar Dubes Indroyono.

Dubes menegaskan bahwa hubungan yang erat tersebut menjadi landasan kokoh untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan bisnis antara kedua negara. Ia mengundang perusahaan-perusahaan Amerika untuk memperluas investasi dan perdagangan dengan Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah perusahaan menyampaikan pandangan positif mengenai perekonomian Indonesia serta harapan agar kerja sama ekonomi antara kedua negara dapat semakin diperkuat.

Beberapa di antaranya adalah PepsiCo, yang telah membangun pabrik senilai USD 200 juta di Jawa Barat dan memberdayakan petani lokal dalam produksi keripik kentang; Abbott, yang bekerja sama dengan Prodia di sektor kesehatan; Nielsen, yang berperan penting dalam pemantauan penyiaran televisi di Indonesia termasuk di daerah pedesaan; serta Visa yang menyediakan teknologi keuangan dan solusi pembayaran.

Selain itu, ada Cargill yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun di sektor perkebunan, pengolahan minyak sawit dan produk pertanian di Indonesia, dengan mempekerjakan sekitar 20.000 pekerja. Freeport, yang telah beroperasi selama beberapa dekade, saat ini memiliki dua fasilitas smelter di Indonesia.

Lebih lanjut, Dubes Indroyono juga mendorong perusahaan-perusahaan Amerika untuk memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa Indonesia berprestasi yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

“Saat ini terdapat sekitar 8.400 mahasiswa Indonesia di berbagai bidang, termasuk STEM dan disiplin ilmu lainnya. Dengan keahlian yang diperoleh dari pendidikan di AS, mereka dapat menjadi talenta berharga bagi perusahaan-perusahaan AS, baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia di masa depan,” jelas Dubes Indroyono.

Pertemuan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat melalui kerja sama yang lebih erat di bidang investasi, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles