Penyuluh kehutanan perkuat kolaborasi tangani karhutla di Labanan

Latest

- Advertisement -spot_img

Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari edukasi pencegahan hingga tindakan pemadaman di lapangan. Keterlibatan Penyuluh Kehutanan Balai P2SDM Wilayah V Samarinda dalam penanganan kebakaran di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memperlihatkan peran penyuluh dalam mendukung upaya bersama melindungi hutan dan keanekaragaman hayati.

Kepala Balai P2SDM Wilayah V Samarinda, Elfa Rifadi menekankan pentingnya peran penyuluh kehutanan dalam memperkuat edukasi, kolaborasi, dan respons cepat untuk mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan, termasuk di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.“Penyuluh kehutanan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan menggerakkan kerja sama untuk menjaga hutan. Keterlibatan penyuluh di KHDTK Labanan menunjukkan bahwa edukasi perlu berjalan beriringan dengan kolaborasi dan tindakan nyata di lapangan,” kata Elfa

Penyuluh Kehutanan Balai P2SDM Wilayah V Samarinda berkontribusi dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut bersama Manggala Agni Balai Dalkarhutla Kalimantan dan Center for Orangutan Protection (COP).“Tim melakukan pemantauan, penanganan titik api, serta upaya mencegah api meluas ke kawasan hutan di sekitarnya,” jelas Elfa

Lebih lanjut, menurut Elfa, keterlibatan penyuluh dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari upaya menghubungkan edukasi dengan kebutuhan perlindungan hutan di tingkat tapak. Kedekatan penyuluh dengan masyarakat dapat mendukung penyampaian informasi, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait.“Pencegahan karhutla memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Penyuluh dapat membantu masyarakat memahami risiko kebakaran, mendorong perilaku pencegahan, dan membangun komunikasi agar potensi ancaman dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.Ia menjelaskan, kolaborasi antara penyuluh, Manggala Agni, dan organisasi konservasi di KHDTK Labanan mempertemukan peran edukasi, penanganan kebakaran, serta perlindungan keanekaragaman hayati.Kerja sama tersebut, menurut dia, perlu diperkuat secara berkelanjutan agar kesiapsiagaan terbangun sebelum kebakaran terjadi. Edukasi dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk mendukung upaya tersebut.“Semangat bersama menjaga hutan harus diwujudkan melalui kerja sama yang berkelanjutan. Dengan edukasi yang konsisten, koordinasi yang baik, dan respons cepat, kita dapat memperkuat perlindungan hutan beserta keanekaragaman hayati di dalamnya,” kata Elfa.

Keterlibatan penyuluh kehutanan dalam penanganan kebakaran di KHDTK Labanan menjadi contoh kolaborasi di tingkat lapangan. Penguatan peran tersebut diharapkan dapat mendukung pencegahan karhutla sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian hutan (**).

- Advertisement -spot_img

More Articles