Rabu, 24 April 2024

Multi Pihak Harus Terlibat Menjaga Hutan Lestari, Jawab Ancaman Tiga Krisis Planet Bumi

Latest

- Advertisement -spot_img

Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Justianto mengajak semua pihak untuk terlibat dalam penanaman pohon dan menjaga hutan lestari.

Pasalnya, pohon dan tutupan hutan adalah kunci untuk menghadapi tiga krisis yang kini dihadapi bumi (Triple Planetary Crisis) yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Semua pihak diharapkan bersama-sama untuk mengatasi Triple Planetary Crisis yang saling terkait ini,” kata Agus Justianto saat Penanaman Pohon Serentak di Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis, 7 Maret, 2024.

Penanaman serentak tersebut turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Senior Fellow Bezos Earth Foundation UK, Lord Goldsmith.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peringatan Hari Bakti Rimbawan 2024 yang diperingati setiap tanggal 16 Maret. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Penanaman Serentak Seluruh Indonesia yang telah diawali oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2023 lalu.

Agus menjelaskan bahwa untuk mengatasi perubahan iklim, Indonesia telah menargetkan untuk mencapai FOLU Net Sink 2030. Targetnya adalah menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan dan penggunaan lain (Forestry and Other Land Use) sehingga lebih rendah dibandingkan penyerapannya.

Agus juga mengatakan, pohon dan tutupan hutan menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan bagi umat manusia. Pohon juga mampu menjaga suhu udara dan mengurangi terjangan angin. Pada ekosistem mangrove, pohon menjadi biofilter dari berbagai racun dan limbah sehingga bisa menjernihkan air.

“Pohon menjadi solusi bagi banyak persoalan polusi yang kita hadapi,” katanya.

Agus melanjutkan, pohon dan hutan menyediakan tempat hidup bagi berbagai keanekaragaman hayati bernilai penting. Hutan juga bisa menjadi sumber untuk beragam obat-obatan yang dibutuhkan manusia.

Dia menekankan pentingnya semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, aktivis lingkungan, dan elemen masyarakat lainnya untuk bahu membahu melakukan berkontribusi ide dan pemikiran serta kegiatan nyata di tingkat tapak untuk merehabilitasi dan menjaga hutan di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyoroti keberhasilan kegiatan rehabilitasi gambut dan mangrove di Sei Pakning. Menurut dia, hal itu tidak lepas dari pelibatan masyarakat pada setiap kegiatan yang dilaksanakan. Keberhasilan itu juga diapresiasi oleh Lord Goldsmith.

“Keberhasilan rehabilitasi ini tidak hanya berdampak kepada Riau, atau Indonesia saja, tetapi juga berdampak positif pada dunia. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia akan terus berupaya untuk terus mendorong pelestarian lingkungan hutan melalui berbagai program dan kebijakan,” katanya. ***

More Articles