Kamis, 25 April 2024

Kemitraan Pengusahaan Biomassa dan Batu Bara Diluncurkan, Optimalkan Hutan Produksi dan Lahan Reklamasi

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) meluncurkan Pilot Project Kemitraan Pengusahaan Biomassa dan Batu Bara Sumatera Selatan sebagai wujud komitmen Indonesia untuk melakukan transisi energi guna menurunkan emisi gas rumah kaca.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Hutan dan Lingkungan Kemenko Marves Nani Hendiarti mengatakan pilot project tersebut menjadi aksi nyata kolaborasi pemangku kepentingan yang lebih luas.

“Kegiatan yang kami lakukan ini adalah berkat dukungan dari semua pihak, termasuk dari sektor swasta. Dari pertemuan COP26 UNFCCC di Glasglow kemarin, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca, salah satunya dengan phasing down batu bara,” katanya dalam peluncuran Pilot Project, Kamis, 22 Desember 2022.

Nani mengatakan kemitraan pengusahaan biomassa akan turut mendukung kebijakan pemerintah terkait transisi ke energi bersih dengan mendorong pengurangan penggunaan batu bara serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

“Biomassa ini masuk ke dalam EBT, dan potensi yang kita miliki besar sekali. Nah tentu di sini PR-nya adalah bagaimana bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan melibatkan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail mengungkapkan bahwa cofiring juga bermanfaat dari sisi ekonomi. Hutan produksi, lahan reklamasi, lahan-lahan tidur yang tidak produktif, hingga lahan-lahan kritis/terdegradasi dapat dimanfaatkan untuk tanaman-tanaman yang menjadi bahan baku biomassa. 

“PTBA terus bertransformasi dari perusahaan pertambangan batu bara menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Saat ini, kami berpartisipasi mendorong percepatan transisi energi melalui Program Kemitraan Pengusahaan Biomassa dan Batubara di Sumatera Selatan,” katanya.

Selain peluncuran Pilot Project Kemitraan Pengusahaan Biomassa dan Batu Bara Sumatera Selatan saat itu juga dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove.

Nani Nani mengungkapkan pemerintah punya target untuk bisa merehabilitasi 600 ribu hektare lahan mangrove. Rehabilitasi dilakukan bukan hanya dengan menanam tetapi juga melalui konservasi.

“Kami juga mohon masukannya bagaimana mengakselerasi rehabilitasi mangrove ini, konteksnya kita maksimalkan. Ini akan berkelanjutan sampa 2030 kalau berkaitan dengan target NDC,” kata Nani.

Nani juga mendorong masyarakat bisa merasakan manfaat program dalam mendukung upaya pengurangan emisi dan rehabilitasi mangrove. ***

More Articles