Senin, 5 Januari 2026

Kemenhut Perkuat Penanganan Konflik Gajah Liar di Kawasan Penyangga TNWK

Latest

- Advertisement -spot_img

Balai Taman Nasional Way Kambas bersama mitra konservasi dan masyarakat melakukan penanggulangan konflik gajah liar yang terjadi di Desa Braja Asri, wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, pada 30–31 Desember 2025. Upaya ini dilakukan untuk mengamankan warga sekaligus mengarahkan gajah kembali ke habitat alaminya di dalam kawasan taman nasional.

Peristiwa bermula pada Selasa malam (30/12), saat tim penanggulangan konflik gajah TN Way Kambas melakukan penjagaan di sejumlah titik rawan berdasarkan hasil pemantauan GPS collar yang diperbarui setiap empat jam. Hujan deras yang mengguyur kawasan sejak malam hari menghambat pergerakan tim, sehingga beberapa individu gajah keluar kawasan dan memasuki kebun karet milik warga Desa Braja Asri hingga pagi hari.

Setelah menerima laporan dari Babinsa setempat pada Rabu pagi (31/12) sekitar pukul 06.30 WIB terkait keberadaan gajah di sekitar jembatan Putul, Balai TN Way Kambas segera menurunkan tim tambahan blokade. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 07.15 WIB dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimcam, TNI-Polri, pemerintah desa, BPBD, Satpol PP, mitra TNWK, serta masyarakat setempat.

Melalui musyawarah bersama, seluruh pihak menyepakati langkah penggiringan gajah liar dari kebun karet warga kembali ke dalam kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas. Namun, dalam proses pelaksanaan di lapangan terjadi kendala komunikasi antartim blokade yang menyebabkan gajah berbalik arah dan menunjukkan perilaku agresif.

Pada sekitar pukul 11.10 WIB, dalam situasi tersebut, terjadi insiden yang mengakibatkan Kepala Desa Braja Asri, Darusman, meninggal dunia. Tim gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Proses pengamanan tetap dilanjutkan dengan prioritas keselamatan personel dan masyarakat.

Sekitar pukul 12.00 WIB, tim berhasil mengarahkan gajah liar kembali masuk ke kawasan Taman Nasional Way Kambas melalui area Merang, Desa Braja Asri, sehingga potensi risiko lanjutan terhadap permukiman warga dapat dikendalikan.

Balai Taman Nasional Way Kambas menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kepala Desa Braja Asri.
“Kami sangat kehilangan sosok pemimpin desa yang selama ini aktif mendukung upaya penanggulangan konflik satwa liar. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” ujar perwakilan Balai TN Way Kambas.

Balai TN Way Kambas menegaskan akan memperkuat koordinasi lintas pihak, memperbaiki mekanisme komunikasi lapangan, serta meningkatkan prosedur keselamatan dalam penanganan konflik satwa liar, terutama pada kondisi cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa sekaligus memastikan keselamatan manusia dan kelestarian gajah Sumatera tetap terjaga.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles