Senin, 15 Juli 2024

Jaga Daya Saing Industri Pulp, Kemenperin Janjikan Kemudahan Bahan Baku dan Bahan Penolong

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Perindustrian menjanjikan kemudahan penyediaan bahan baku dan bahan penolong bagi industri pulp Indonesia untuk terus berkembang sehingga memberi multiplier effect yang luas.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangannya menjelaskan baru saja berkunjung ke di PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pangkalan Kerinci, Riau, Rabu, 23 November 2022.

Putu menjelaskan bawah peluang investasi di sektor industri pulp dan kertas serta turunannya cukup baik diantaranya yang telah dilakukan oleh PT RAPP.

“Dalam kunjungan kerja tersebut, kami memberikan apresiasi kepada PT RAPP yang telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Aktivitas usahanya telah memberikan bukti nyata memberikan multiplier effect yang luas bagi kesejahteraan masyarakat dan wilayah sekitarnya, dan dikelola secara berkelanjutan dengan menerapkan teknologi modern,” kata dia dalam keterangannya yang dikutip Sabtu, 26 November 2022.

Putu optimistis, investasi baru di PT RAPP dapat menjawab tantangan di tengah kondisi ekonomi global yang lesu, bahwa sektor manufakur di Indonesia masih bergeliat.
“Penambahan kapasitas produksi yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, berkontribusi pada pemenuhan pasar domestik dan ekspor, serta mengurangi ketergantungan produk impor,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria menyatakan, dalam rangka menjaga keberlangsungan proses produksi dan pengembangan daya saing industri pulp dan kertas, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan jaminan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku atau bahan penolong bagi industri.

“Misalnya kami menjaga ketersediaan garam industri yang sesuai standar, karena menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses produksi di industri pulp dan kertas, khususnya pada unit Chlor Alkali Plant,” tuturnya.

Selain itu, langkah strategis yang telah pemerintah jalankan, di antaranya menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan kepastian hukum, memacu transformasi digital, serta memfasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal.

“Berikutnya juga ada upaya peningkatan kompetensi SDM dan mendorong industri yang lebih ramah lingkungan atau efisiensi terhadap penggunaan sumber daya,” ujar Merri.

Sementara itu, Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Parulian Aritonang mengemukakan, pada tahun 2021 sampai 2023, ada penambahan investasi senilai Rp33,4 triliun, diantaranya untuk pembangunan pabrik green packaging (paperboard) dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta ton per tahun beserta industri penunjang lainnya.

“PT RAPP merupakan produsen bubur kertas Bleach Hardwood Kraft (BHK) dan dissolving pulp yang terintegrasi dengan industri hilirnya menggunakan 85 persen energi dari biomassa untuk mendukung proses operasional pabrik” katanya.

Produk pulp PT. RAPP tersebut kemudian diproses lebih lanjut di pabrik kertasnya dalam bentuk kertas folio dan roll.

Merek kertas unggulannya adalah PaperOne yang terbuat dari 100 persen kayu dari Hutan Tanaman Industri yang terbarukan.

Kepala Operasional PT RAPP Eduward Ginting menambahkan, PT. RAPP memiliki persemaian modern untuk menghasilkan 200 juta bibit per tahun dan sekitar 150 juta pohon ditanam setiap tahun. ***

More Articles