Sabtu, 3 Januari 2026

Indonesia Dukung Prinsip Kehati-hatian dalam Implementasi Tropical Forests Forever Facility

Latest

- Advertisement -spot_img

Delegasi Kementerian Kehutanan Indonesia melakukan pertemuan dengan perwakilan Systemic di São Paulo, Brasil, untuk mempelajari lebih dalam mekanisme Tropical Forests Forever Facility (TFFF). Pertemuan ini berlangsung pada Selasa (4/11), di sela-sela persiapan menuju Conference of Parties (COP30) di Belém, Brasil.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Penasehat Utama Menteri untuk Menteri Kehutanan, Edo Mahendra dan Silverius Oscar, serta Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri, Krisdianto. Sementara dari pihak Systemic, hadir tiga perwakilan yaitu Felipe, Jeremy, dan Barbara selaku tim Project Management Office (PMO) yang mengembangkan kerangka TFFF sejak tahap awal hingga versi terkini, yaitu TFFF 3.1.

Edo Mahendra menyampaikan bahwa Indonesia mendukung TFFF sebagai skema pembiayaan inovatif yang memiliki tujuan penting dalam melindungi hutan tropis melalui pendekatan ekonomi. “Indonesia menyambut baik inisiatif TFFF sebagai mekanisme global untuk menyelamatkan hutan tropis dengan prinsip kehati-hatian dan manfaat berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap TFFF sejalan dengan strategi nasional untuk mencapai target penurunan emisi sektor kehutanan melalui program Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030. Menurut Edo, mekanisme pembiayaan seperti TFFF dapat memperkuat kolaborasi global dalam mendukung negara-negara tropis menjaga kelestarian hutannya.

TFFF merupakan inisiatif pendanaan internasional yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan ekosistem hutan tropis sebagai penyerap karbon terbesar dunia dan penjaga stabilitas iklim global. Skema ini memberikan insentif berbasis hasil (result-based financing) kepada negara-negara tropis yang berhasil mencegah deforestasi dan degradasi hutan.

Pendanaan TFFF menggunakan mekanisme blended finance, yaitu gabungan antara dana publik dan swasta dengan potensi pendanaan jangka panjang hingga 125 miliar dolar AS. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung pelestarian hutan, penguatan ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal.

Dalam diskusi, Felipe dari Systemic menjelaskan bahwa gagasan TFFF telah dikembangkan selama 25 tahun, dengan berbagai pembaruan untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam sistem pendanaan. Pada versi terbaru, TFFF 3.1 menitikberatkan pada pemberian manfaat langsung kepada masyarakat adat dan komunitas lokal (Indigenous Peoples and Local Communities), yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan tropis.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles