Senin, 15 Juli 2024

HIMKI Optimis Ekspor Furnitur Moncer Tahun 2024, Produk Rotan Jadi Kunci

Latest

- Advertisement -spot_img

Ekspor produk mebel dan kerajinan pada tahun 2023 lalu kurang menggembirakan terdampak kondisi geopolitik global.

Meski demikian, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) tetap optimis kinerja ekspor pada tahun ini bakal moncer asal dukungan pemerintah diberikan secara konsisten.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur saat membeberkan refleksi 2023 dan outlook 2024 menjelaskan, ekspor pada tahun 2023 diperkirakan mengalami penurunan secara signifikan sebesar 22% dibandingkan tahun sebelumnya.

_________

Data ekspor mebel per September 2023 hanya mencapai 1,29 miliar dolar AS, turun dari tahun 2021 yang tercatat 1,86 miliar dolar atau turun 30% YoY.

Sementara untuk kerajinan tahun 2023 tercatat 513 juta dolar AS atau menurun 21% dari tahun lalu yang mencapai 647 juta dolar AS .

Adapun total kinerja ekspor gabungan yang tahun lalu mencapai 2,5 miliar dolar AS, turun menjadi 1,8 miliar dolar AS pada tahun 2023. Terjadi akumulasi turun 28%.

“Dengan basis data tersebut kita bisa prediksi sampai akhir tahun 2023, angka optimis ekspor gabungan mebel dan kerajinan hanya akan mencapai 2,5 miliar dolar atau menurun 22% dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Sobur dikutip Senin, 8 Januari 2023.

Dia menjelaskan, turunnya ekspor furnitur dan kerajinan karena kondisi geoplitik dan inflasi besar di negara tujuan ekspor serta lemahnya daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Bila dilihat secara mendalam, ada argumentasi lain yang perlu mendapat perhatian seksama, secara umum yaitu produk yang berasal dari Indonesia dinilai oleh buyers cukup tinggi atau mahal dibanding dari Malaysia, Vietnam dan terutama China,” ujar dia.

Dengan harga yang lebih mahal, pihak buyers lebih memilih belanja dari Malaysia, Vietnam dan China, kecuali untuk produk-produk khas Indonesia yang berbasis kayu solid, eksotis material seperti rotan.

Walaupun terjadi penurunan, namun HIMKI tetap optimis produk mebel dan kerajinan Indonesia masih bisa tumbuh. Apalagi jika mencermati permintaan terhadap produk mebel dan kerajinan di dunia terus mengalami pertumbuhan.

“HIMKI tetap optimis dengan masa depan industri ini mengingat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Indonesia memiliki peluang menjadi produsen mebel dan kerajinan terbesar di kawasan regional dan berpeluang menjadi yang terbesar di dunia, khususnya untuk produk-produk berbasis rotan,” ucap Sobur.

Optismisme ini juga diperkuat oleh dukungan pemerintah yang konsisten membantu pelaku industri mebel dan kerajinan nasional dengan sejumlah program kegiatannya antara lain program restrukturisasi mesin atau/atau peralatan untuk sektor industri pengolahan kayu termasuk furniture yang dilaksanakan Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Direktorat Jenderal Industri Agro.

Sebelumnya, Pemerintah telah menargetkan ekspor mebel dan kerajinan sebesar lima miliar dolar AS pada tahun 2024.

“HIMKI menyadari bahwa dalam merealisasikan target tersebut diperlukan dukungan dari berbagai pihak, yaitu pemerintah; pelaku usaha industri mebel dan kerajinan baik skala kecil, menangah, maupun besar; para desainer; dan stakeholder lainnya termasuk media dan organisasi swasta lainnya yang concern terhadap perkembangan industri mebel dan kerajinan nasional,” ujar Abdul Sobur.

Menurutnya, ada sembilan langkah yang harus dipenuhi untuk mencapai target ekspor sebesar lima miliar dolar AS pada tahun 2024. Kesembilan langkah tersebut adalah, kecukupan suplai bahan baku utama dan bahan penunjang, peremajaan alat dan teknologi produksi, inovasi dan pengembangan desain, promosi dan pemasaran, peningkatan kompetensi SDM Industri.
Selain itu, perlu juga dilakukan perbaikan pada regulasi dan sistem pengupahan, penurunan suku bunga, pengurangan tarif pajak dan penegakan hukum, terutama terhadap aksi penyelundupan rotan. ***

More Articles