Presiden Prabowo Subianto memilih Satyawan Pudyatmoko sebagai calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, setelah mengikuti rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin malam, 12 Oktober 2026.
Langkah taktis ini diambil pemerintah guna mempercepat kendali pencegahan bencana karhutla tahunan lewat keterlibatan akademisi.
Pemerintah menugaskan Satyawan, yang saat ini masih mengemban amanat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Kementerian Kehutanan, untuk langsung memimpin penanganan krisis karhutla di lapangan sebelum prosesi seremonial pelantikan berlangsung.
Kepala Negara menjadwalkan pelantikan resmi guru besar bidang ekologi satwa liar tersebut pada pekan depan guna mempercepat koordinasi taktis operasional lembaga baru non-kementerian ini.
Lembaga baru ini berada langsung di bawah komando Presiden demi memotong jalur birokrasi dan memaksimalkan efisiensi penanganan ekosistem rapuh.
Keputusan pembentukan lembaga khusus ini merupakan tindak lanjut konkret setelah Kepala Negara menyerap aspirasi dan berdiskusi intensif dengan puluhan akademisi serta pakar lingkungan di Istana Merdeka pada akhir September lalu.
Pemerintah menggeser paradigma tata kelola lingkungan dengan mengedepankan keterlibatan elemen ilmuwan saintifik serta penguatan pencegahan dini berbasis komunitas lokal di tingkat desa.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa penunjukan ini didasarkan pada kompetensi mendalam yang dimiliki oleh figur bersangkutan.
“Kalau tidak salah Profesor Satyawan ini dari Kementerian Kehutanan. Ya, beliau memang seorang ahli di bidangnya. Pak Prabowo juga sudah melibatkan beliau secara langsung dalam penanganan karhutla saat ini,” ujar Dudung di Jakarta.



