Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society Indonesia Program, menggelar Simposium Penghargaan Satya Wanaraksa 2025 sebagai bentuk apresiasi bagi pegiat konservasi yang berkontribusi dalam perlindungan kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati.
Acara yang berlangsung di Auditorium Dr. Ir. Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta ini dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri dari akademisi, mitra, serta pejabat dan staf Kementerian Kehutanan. Simposium ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Ditjen KSDAE dan Zoom untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi forum presentasi, tetapi juga wadah refleksi dan inspirasi.
“Pengalaman empirik di lapangan dapat memunculkan inovasi berdaya guna yang mampu memantik perubahan,” ujarnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, enam finalis terpilih dari 41 pendaftar mempresentasikan karya tulis mereka dengan metode S.A.R.A (Scanning, Analysis, Response, Assessment).
Melalui proses seleksi ketat, Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) meraih Juara 1 berkat karya tulis bertajuk Menjaga Alam Tetap Bersuara: Mengatasi Perburuan Burung di RPTN Biha TNBBS melalui Strategi Kelola Sosial dan Kelola Kawasan.
Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada pegiat konservasi pemerintah maupun non-pemerintah yang menunjukkan kontribusi nyata.
Ia menambahkan, penerapan Integrated Prevention Model mampu mengintegrasikan sistem perlindungan dan pengamanan hutan secara menyeluruh untuk mencegah sekaligus mengendalikan ancaman terhadap kawasan.
Penghargaan Satya Wanaraksa 2025 menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diadakan setiap tahun, dengan harapan dapat memotivasi berbagai pihak untuk menginisiasi dan memperkuat upaya konservasi di seluruh Indonesia. ***



