Kamis, 25 April 2024

Ahli Hukum Maritim Mochtar Kusumaatmadja Terima Penghargaan atas Jasa Pada Kedaulatan RI

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memberikan penghargaan kepada Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL.M. atas perjuangannya mempertahankan kedaulatan  maritim Indonesia. 

Penghargaan itu diberikan kepada perwakilan keluarga mendiang Mochtar Kusumaatmadja pada acara puncak Hari Maritim Nasional ke-58, Selasa 27 September 2022. 

Dalam sambutannya, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan penghormatan terhadap salah satu putra terbaik bangsa itu. 

Luhut mengatakan, “sekarang seluruh rakyat bersatu padu melanjutkan perjuangan Almarhum, untuk membangun Negara yang besar ini dengan memanfaatkan potensi sumberdaya kelautan yang berlimpah.” 

Ahli hukum laut, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja berjasa atas gagasannya soal Konsep Negara Kepulauan (Archipelagic State Concept). Konsep ini diperjuangkan lebih dari 25 tahun, akhirnya diakui Dunia lewat United Nations Convention on Law of the Seas 1982 (UNCLOS’82) di Jamaica. 

Sejak Perdana Menteri Juanda mendeklarasikan Deklarasi Juanda, pada 13 Desember 1957, tentang penentuan Batas Laut Teritorial, yang lebarnya 12 mil, diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung terluar pada pulau pulau Negara Indonesia, maka para ahli hukum laut Indonesia bersama para diplomat Indonesia, dimotori Mochtar Kusumaatmadja, berjuang selama 25 tahun di berbagai Sidang dan Pertemuan Internasional Tentang Hukum Laut guna memperjuangkan Konsep Negara Kepulauan tadi. 

Akhirnya, pada UNCLOS 1982, tanpa satu letupan peluru dan tanpa satu tetes darah mengalir, wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi 5,4 juta kilometer persegi, terdiri laut teritorial, zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen, serta pengakuan Internasional atas tiga jalur transportasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Mochtar Kusumaatmadja wafat pada 6 Juni 2021. Guru Besar Universitas Padjadjaran ini pernah menjabat Menteri Kehakiman RI (1974-1978) dan Menteri Luar Negeri RI (1978-1988).

Data Kemenkomarvest dan LIPI (Sekarang BRIN) tahun 2020, menunjukkan bahwa PDB klaster maritim mencapai Rp1.212 triliun, atau 11,3% dari Total PDB Indonesia.   Sekiranya ekonomi bertumbuh terus secara positif  maka diprakirakan pada tahun 2045 nanti,  Indonesia akan memposisikan diri menjadi kekuatan ekonomi Nomor 4 Dunia, Indonesia menjadi Poros Maritim  Dunia serta menjadi Pusat Peradaban Maritim Dunia.

Hadir pada Puncak Acara Hari Maritim 2022, para menteri lingkup Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kepala Staf Kepresidenan, Mantan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo dan seluruh pemangku kepentingan kemaritiman di Indonesia.

Hari Maritim diperingati tiap tanggal 23 September, sesuai Keputusan Presiden RI, Soekarno, No.249/Th.1964, untuk membangkitkan jiwa dan semangat maritim Bangsa Indonesia.  

Presiden Soekarno berpesan, ”Usahakanlah  agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya.  Bukan sekadar menjadi jongos jongos di kapal. Bukan! Tetapi bangsa pelaut dalam arti yang seluas-luasnya, bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga yang kuat, yang memiliki armada militer yang tangguh, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang laut itu sendiri”. ***

More Articles