Dari Indonesia Untuk Kesehatan Dunia

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Indonesia mencalonkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) periode 2027–2032. Langkah ini membawa pengalaman Indonesia keluar dari masa darurat COVID-19, sekaligus menawarkan gagasan kesehatan global yang lebih preventif, tangguh, dan inklusif.  Presiden Prabowo Subianto menugaskan Budi Gunadi Sadikin untuk maju dalam proses pencalonan tersebut karena Pemerintah menilai pengalaman Budi dalam menangani pandemi, membangun ketahanan kesehatan, menggerakkan sumber daya, dan memperluas kerja sama internasional dapat menjadi kontribusi penting bagi WHO.  Gagasan ini akan menempatkan WHO sebagai mitra bagi setiap negara untuk membangun sistem kesehatan nasional yang kuat.  Sistem nasional yang tangguh akan memperkuat kerjasama regional, dan pada akhirnya menciptakan sistem kesehatan global yang lebih siap menghadapi pandemi, bencana, penyakit menular, serta meningkatnya beban untuk menanggulagi kanker, diabetes, jantung dan stroke.

Budi Gunadi Sadikin menjabat Menteri Kesehatan RI sejak Desember 2020, pada saat Indonesia menghadapi tekanan luar biasa akibat pandemi. Pada periode itu, Indonesia memperkuat akses vaksin, pengujian diagnostik, laboratorium, kapasitas rumah sakit, pasokan oksigen, serta koordinasi penanganan krisis dari pusat hingga daerah. Pengalaman tersebut mempertegas satu pelajaran, yaitu: sistem kesehatan harus siap bekerja sebelum, selama, dan setelah terjadi kedaruratan kesehatan.

Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mendorong enam pilar transformasi kesehatan, yaitu: layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan, sumber daya manusia kesehatan, dan teknologi kesehatan. Program ini mencakup penguatan Puskesmas dan Posyandu, pemeriksaan kesehatan dini, peningkatan layanan rumah sakit untuk penyakit jantung, stroke, dan kanker, pemerataan tenaga kesehatan, serta digitalisasi data kesehatan melalui SATUSEHAT.

Dalam Pertemuan ke-63 Directing Council, Pan American Health Organization (PAHO) di Washington, D.C., pada 28 September–2 Oktober 2026, Budi membawa tema “Umur Panjang yang Sehat bagi Semua”.  Pesannya sederhana: tujuan kesehatan bukan hanya memperpanjang usia manusia, melainkan memastikan masyarakat dapat hidup lebih lama dalam keadaan sehat, produktif, mandiri, dan bahagia.

PAHO merupakan organisasi kesehatan kawasan Amerika dan mitra regional WHO dengan 35 negara di kawasan Amerika, serta 4 anggota asosiasi, terdiri dari: Aruba, Curacaoi, Peurto Rico dan Saint Maarten. Dalam tata kelolanya, Executive Committee PAHO terdiri dari 9 negara anggota yang dipilih secara bergiliran untuk masa tugas tiga tahun. Badan ini membahas program kerja, anggaran, dan tindak lanjut kebijakan kesehatan kawasan.  

Disamping itu, ada 6 Negara Anggota PAHO yang menjabat Executive Board WHO, dari total 34 negara anggota  Executive Board WHO. 6 Anggota Executive Board WHO yang mewakili PAHO datang dari: Chile, Costa Rica, El Salvador, Haiti, Panama dan Suriname.  Selain bertemu dengan delegasi 35 Negara Anggota PAHO tadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, didampingi Dubes RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo juga mengadakan pertemuan khusus dengan delegasi negara negara Executive Board WHO dari Amerika Latin ini dalam acara Santap Pagi, pada Kamis 1 Oktober 2026.  

Pencalonan Budi Gunadi Sadikin pada akhirnya membawa aspirasi Indonesia agar WHO memperkuat sistem kesehatan nasional setiap negara, mendorong pencegahan penyakit, memperkecil kesenjangan akses vaksin dan obat, serta menjadikan kesehatan sebagai fondasi masyarakat dunia yang lebih sejahtera.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles