Menembus Pasar Wisata AS Dengan Laut, Layar dan Lanskap

Latest

- Advertisement -spot_img

Dubes RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, bertemu Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta, Kamis 10, September 2026, guna membahas strategi meningkatkan kunjungan wisatawan asal AS ke Indonesia. Pertemuan ini menekankan pentingnya program promosi terfokus, pengembangan wisata bahari, serta pemanfaatan destinasi baru, seperti Air Terjun Sigura-gura di Sumatera Utara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Amerika Serikat ke Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 450.000 kunjungan, dengan kontribusi sekitar 2,6% dari total wisman yang masuk ke Indonesia.  Khusus di Bali, pada tahun 2025, wisatawan AS tercatat sebanyak 274.000 orang, naik 4,88% dibanding tahun 2024, menempati posisi ketujuh dalam peringkat wisman terbanyak.

Secara keseluruhan, Indonesia menerima 15,39 juta wisman sepanjang tahun 2025, melampaui target pemerintah sebesar 15 juta kunjungan.  Namun, pasar AS masih belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi Covid 19, sehingga perlu strategi khusus untuk meningkatkan kunjungan wisman dari AS.

Salah satu strategi utama yang dibahas adalah penguatan Familiarization Trip (Fam Trip) dengan mengundang jurnalis, media, dan influencer dari AS untuk mengalami langsung destinasi wisata Indonesia. Program ini juga akan melibatkan produser film anggota Motion Picture Association of America (MPAA) untuk menjajaki lokasi syuting menarik di Indonesia, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai destinasi film internasional. Kementerian Pariwisata menargetkan Fam Trip ini dapat meningkatkan eksposur media positif di AS, terutama melalui platform digital dan media sosial yang memiliki jangkauan luas.

Wisata bahari juga menjadi fokus utama dalam pertemuan ini. Indonesia memiliki potensi besar di sub-sektor cruising, diving, snorkeling, recreational fishing, yachting, dan surfing. Data menunjukkan bahwa diving masih menjadi kontributor utama pendapatan wisata bahari, sementara yachting dan liveaboard travel mulai berkembang sebagai produk bernilai tinggi dengan durasi kunjungan lebih lama.  Setelah berhenti karena Covid 19, Indonesia berencana berpartisipasi kembali dalam pameran kapal pesiar dan perahu internasional bergengsi yang digelar setiap tahun di Florida, AS.  Yang pertama Adalah Fort Lauderdale International Boat Show (FLIBS) – Pameran kapal pesiar (cruise) terbesar di dunia, digelar setiap akhir Oktober hingga awal November di Fort Lauderdale (dekat Miami). Event ini menjadi ajang utama untuk menarik operator kapal pesiar, superyacht, dan marine tourism guna membuka jalur pelayaran ke Indonesia.  Ini kesempatan pula untuk membuka peluang awak kapal pesiar dari Indonesia bekerja di kapal kapal pesiar Internasional. Kedua Adalah Discover Boating Miami International Boat Show – Pameran kapal dan yacht internasional yang digelar setiap Februari di Miami. Event ini menjadi peluang untuk mempromosikan destinasi cruise Indonesia kepada operator kapal pesiar global.  Kedua pameran tadi menjadi peluang strategis untuk menarik operator kapal pesiar internasional agar memasukkan Indonesia dalam rute pelayaran mereka, terutama untuk destinasi seperti Bali, Lombok, Raja Ampat, dan Komodo.

Untuk sub-sektor selam (diving), Indonesia juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam DEMA Show (Diving Equipment & Marketing Association Show), pameran diving terbesar di dunia yang digelar setiap tahun di AS. Pada 2026, DEMA Show digelar di New Orleans, Louisiana, pada 3–6 November, dengan lebih dari 500 exhibitor dan 7.000 profesional diving dari 60 negara. DEMA Show menjadi platform Business to Business eksklusif untuk industri scuba diving, freediving, fotografi bawah laut, dan dive travel, sehingga sangat strategis untuk mempromosikan destinasi diving Indonesia seperti Raja Ampat, Bunaken, Wakatobi, dan Alor kepada operator dive travel internasional. Program International Free Diving Competition di di Balohan – Sabang, Aceh, perlu juga dihidupkan kembali mengingat di Pantai Balohan ditemukan laut hingga kedalaman 200 meter berjarak hanya 25 meter dari bibir pantai, memiliki keanekaragaman hayati laut yang unik, cocok untuk kompetisi Free Diving International dan dapat menarik minat penyelam profesional dan penggemar diving dari seluruh dunia.

Kegiatan Sail Growth Triangle yang menghubungkan Sabang (Indonesia)–Phuket (Thailand)–Langkawi (Malaysia) juga akan diaktifkan kembali. Alasannya, antara lain, posisi strategis di Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional, potensi wisata bahari terintegrasi antarnegara ASEAN, meningkatkan konektivitas maritim dan kerja sama pariwisata regional, dan menarik yacht dan kapal pesiar kecil untuk mengambil rute wisata bahari premium.

Dalam pertemuan Menteri Widiyanti dan Dubes Indroyono, telah dibahas pula  pengembangan Air Terjun Sigura-gura di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, sebagai destinasi wisata baru. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 250 meter,  bahkan beberapa pengukuran drone menyebutkan mencapai 310 meter, menjadikannya air terjun tertinggi di Indonesia dan 5 kali lebih tinggi dari Air Terjun Niagara di New York, AS, yang hanya sekitar 50 meter.  Meskipun memiliki potensi alam yang luar biasa, Sigura-gura saat ini masih belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah berencana mempelajari sistem pengelolaan Taman Nasional Niagara oleh US Park Service,  yang berhasil dikunjungi hingga 14 juta wisatawan per tahun dengan infrastruktur yang terintegrasi, keamanan pengunjung, dan pengalaman wisata yang terkelola dengan baik.  Beberapa pelajaran dari Niagara yang akan diterapkan di Sigura-gura, antara lain, pengembangan area pandang ikonik untuk fotografi dan media sosial, infrastruktur keselamatan seperti pagar pengaman, jalur pedestrian, dan sistem pemantauan, keterlibatan masyarakat lokal melalui pelatihan pemandu wisata, UMKM, dan homestay, termasuk paket wisata terintegrasi dengan Danau Toba, yang telah diakui UNESCO sebagai Global Geopark, dan arung jeram Sungai Asahan.

Untuk mempercepat peningkatan wisatawan AS, segera akan digelar Zoom Meeting antara Kementerian Pariwisata RI dengan travel agent di AS, difasilitasi oleh KBRI Washington DC serta KJRI di San Francisco, Los Angeles, Chicago, New York, dan Houston. Pertemuan ini bertujuan untuk: memperkenalkan paket wisata baru Indonesia. membangun kemitraan langsung dengan agen perjalanan AS dan meningkatkan penjualan paket wisata Indonesia di pasar AS.

Melalui kombinasi strategi promosi, pengembangan wisata bahari, revitalisasi event internasional, dan pemanfaatan destinasi baru seperti Sigura-gura, Indonesia optimis dapat meningkatkan kunjungan wisatawan AS secara signifikan pada tahun 2026 dan tahun tahun berikutnya. Dukungan diplomatik dari KBRI dan KJRI di AS, serta sinergi dengan industri film dan media, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata premium di mata wisatawan Amerika.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles