Sabtu, 3 Januari 2026

Dosen SIL UI Masuk Daftar 2% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

Latest

- Advertisement -spot_img

Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Herdis Herdiansyah, dosen dan peneliti Bidang Sosial Humaniora di Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI), kembali terpilih sebagai salah satu ilmuwan yang masuk dalam daftar 2% peneliti terbaik dunia tahun 2025 yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.

Dalam keterangan tertulis, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Supriatna,M.T, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian ini.

“Prestasi yang diraih Herdis Herdiansyah adalah bukti nyata bahwa dosen dan peneliti SIL UI mampu berkontribusi secara signifikan di tingkat global. Herdis adalah dosen Bidang Sosial Humaniora nomor satu di UI selama dua tahun berturut-turut,” jelas Supriatna.

Lebih lanjut, ia menambahkan, pencapaian ini sejalan dengan visi SIL UI sebagai pusat unggulan dalam riset dan pendidikan lingkungan yang memiliki dampak luas, baik secara akademik maupun praktis. Supriatna juga menjelaskan bahwa pengakuan internasional ini memperkuat posisi UI sebagai universitas riset kelas dunia.

“Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan penelitian yang relevan dengan tantangan zaman, mulai dari perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, hingga transisi menuju pembangunan rendah karbon. Kami yakin prestasi seperti ini akan menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan tradisi keilmuan yang kuat,” imbuh Supriatna.

Terpisah, Herdis menyampaikan rasa syukur sekaligus menekankan pentingnya kerja kolaboratif. Pencapaian ini menandai dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025) Herdis masuk dalam jajaran ilmuwan bergengsi dunia, sekaligus mengukuhkan kiprahnya dalam bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi lingkungan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh tim riset, mahasiswa, serta jejaring kolaborasi yang terus bekerja keras. Pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa riset-riset kita di bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan memiliki relevansi dan kontribusi global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herdis menegaskan bahwa prestasi ini harus menjadi motivasi bagi ilmuwan Indonesia lainnya.
“Tantangan lingkungan, mulai dari krisis iklim hingga kebakaran hutan, membutuhkan pendekatan ilmiah yang kuat dan berbasis kolaborasi lintas disiplin. Saya berharap semakin banyak peneliti muda Indonesia yang berani tampil di level dunia,” tambahnya.

Daftar Top 2% Scientists Worldwide merupakan hasil analisis bibliometrik yang dilakukan oleh Stanford University dan Elsevier, mencakup jutaan peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Penilaian dilakukan berdasarkan publikasi, sitasi, indeks h, serta dampak riset terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) berkomitmen menjadi pusat unggulan riset dan pendidikan di bidang lingkungan, dengan fokus pada solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles