Pemerintah Viet Nam bersama International Fund for Agricultural Development dan Green Climate Fund meluncurkan investasi iklim senilai US$102,5 juta untuk menekan emisi gas rumah kaca, melindungi hutan bernilai tinggi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan yang bergantung pada sektor kopi. Investasi tersebut diwujudkan melalui proyek Achieving Emission Reduction in the Central Highlands and South Central Coast of Viet Nam to Support National REDD+ Action Programme Goals atau RECAF.
Peluncuran proyek dilakukan di Buon Ma Thuot, Viet Nam, Kamis (29/1/2026). Pemerintah Viet Nam mengimplementasikan proyek ini melalui Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup dengan dukungan pemerintah daerah di wilayah penghasil kopi Dataran Tinggi Tengah, yakni Provinsi Dak Lak, Gia Lai, Lam Dong, dan Khanh Hoa.
RECAF dirancang untuk mendorong penerapan praktik agroforestri cerdas iklim, memperkuat perlindungan hutan alam, serta mengembangkan rantai nilai komoditas yang bebas dari deforestasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional Viet Nam dalam menghadapi peningkatan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Pendanaan proyek ini bersumber dari skema pembiayaan campuran. IFAD memberikan pinjaman sebesar US$32,4 juta, sementara GCF menyalurkan hibah sebesar US$35 juta. Pemerintah Viet Nam turut berkontribusi melalui pembiayaan domestik senilai US$35 juta.
“Kami menilai mekanisme pembiayaan campuran ini efektif untuk memastikan investasi penting tetap terjangkau dan berkelanjutan, sekaligus memaksimalkan dampak pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Nguyen Thi Dieu Trinh dari Departemen Pengelolaan Utang dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Kementerian Keuangan Viet Nam.
Dalam kurun enam tahun pelaksanaan, RECAF diproyeksikan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 6,68 juta ton, memulihkan dan meningkatkan kualitas 145.000 hektare lahan agroforestri, serta melindungi sekitar 500.000 hektare hutan alam bernilai tinggi. Proyek ini juga menargetkan peningkatan ketahanan ekonomi petani kopi melalui integrasi perlindungan hutan dan pertanian berkelanjutan.
Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Dak Lak Nguyen Thien Van menyatakan proyek tersebut memiliki arti strategis bagi kawasan Dataran Tinggi Tengah. “Dengan mengintegrasikan perlindungan hutan dan pertanian berkelanjutan, proyek ini membantu petani meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga hutan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
RECAF diperkirakan menjangkau sekitar 420.000 orang secara langsung dan meningkatkan penghidupan lebih dari satu juta penduduk pedesaan secara tidak langsung. Proyek ini juga berkontribusi pada pencapaian komitmen iklim nasional Viet Nam, termasuk ketahanan pangan dan penguatan ekonomi lokal.
Pelaksana Tugas Direktur Negara IFAD untuk Viet Nam, Frew Behabtu, menegaskan bahwa RECAF mencerminkan kepemimpinan Viet Nam dalam mengaitkan aksi iklim dengan pembangunan pedesaan. “IFAD bangga mendukung proyek ini karena menempatkan petani dan komunitas hutan sebagai pusat solusi untuk membangun ketahanan, melindungi sumber daya alam, dan menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan,” kata Frew.
Selain itu, proyek ini menekankan kemitraan antara petani, sektor swasta, dan pemerintah daerah, termasuk peningkatan akses pasar, perbaikan infrastruktur, serta penerapan praktik produksi berkelanjutan. RECAF juga memberi perhatian khusus pada pelibatan perempuan, pemuda, dan kelompok etnis minoritas agar manfaat proyek dirasakan secara inklusif.
Kepala Sub-Regional Asia Tenggara Green Climate Fund, Frederic Wiltmann, menilai RECAF sebagai contoh konkret pemanfaatan pembiayaan iklim yang berdampak langsung.
“Proyek ini menunjukkan bagaimana pembiayaan iklim dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi manusia dan alam melalui pengelolaan lahan berkelanjutan dan perlindungan hutan,” ujarnya.
***



