Selasa, 24 Maret 2026

UGM dan KLH Perkuat Kolaborasi Tangani Degradasi Mangrove Nasional

Latest

- Advertisement -spot_img

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah terus diperkuat untuk mendukung pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini dinilai krusial dalam menghadapi tekanan terhadap kawasan pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup pada Senin (16/3/2026) di Yogyakarta. Pertemuan ini membahas penguatan sinergi dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis data dan riset ilmiah.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat peran akademisi dalam mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami mendorong kolaborasi yang lebih erat antara kampus dan pemerintah agar pengelolaan ekosistem mangrove dapat dilakukan secara ilmiah, terukur, dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kegiatan inventarisasi kesatuan lanskap mangrove yang saat ini berlangsung di Kalimantan Barat serta rencana pelaksanaan di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan basis data spasial dan informasi komprehensif terkait kondisi mangrove sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Puji Iswari, menegaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat dalam mendukung perlindungan kawasan pesisir.

“Data yang kuat akan menjadi fondasi dalam merancang kebijakan pengelolaan mangrove yang lebih efektif dan adaptif terhadap perubahan lingkungan,” katanya.

Selain inventarisasi, kedua pihak juga menjajaki peluang kerja sama lain di bidang penelitian serta penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan ekosistem perairan darat dan pesisir. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat integrasi antara aspek ilmiah dan implementasi kebijakan di lapangan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk degradasi ekosistem pesisir dan dampak perubahan iklim. Peran perguruan tinggi dinilai penting dalam menghadirkan inovasi, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang lingkungan.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah dan akademisi optimistis pengelolaan ekosistem mangrove di Indonesia dapat dilakukan secara lebih terarah, berbasis data, serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles