Pakar Tekankan Peran Komunikasi Dalam Pelestarian Lingkungan

Latest

- Advertisement -spot_img

Sejumlah pakar menekankan pentingnya komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan mudah dipahami untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya serta disertai keteladanan dinilai diperlukan agar pengetahuan tentang keberlanjutan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Sustainability Communication Expert Dialogue #1 sekaligus peluncuran Center for Sustainability Communication and Policy (CSCP) Indonesia di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Forum ini membahas hubungan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pemahaman masyarakat dalam mendorong tindakan keberlanjutan.

Penasihat Utama Menteri Kehutanan Dr. Bambang Soepijanto menegaskan bahwa komunikasi berbasis bukti dan keterlibatan aktif masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan kebijakan kehutanan dan pelestarian lingkungan.

“Karena itu, keberhasilan komunikasi perlu dilihat dari tumbuhnya pemahaman, kemampuan, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan,” ujar Bambang dalam sambutan kuncinya.

Menurut Bambang, komunikasi perlu hadir sejak persoalan diidentifikasi, ketika kebijakan dirumuskan, selama pelaksanaan, hingga evaluasi. Proses tersebut menjadi sarana untuk mendengar aspirasi, menerima masukan, dan memperbaiki kebijakan. Informasi yang mudah dipahami serta sesuai dengan kondisi lapangan akan membantu memperkuat kepercayaan publik.

Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) periode 2022–2026 Prof. Dr. Anter Venus menyoroti keberlanjutan yang masih kerap dipahami sebagai konsep abstrak dan sulit dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Ia menekankan perlunya pesan lingkungan yang sesuai dengan pengalaman masyarakat.

“Karena itu, strategi komunikasi perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan tingkat pemahaman masyarakat,” kata Venus.

Ia mencontohkan perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai. “Larangan membuang sampah ke sungai perlu dijelaskan dampaknya. Tidak cukup hanya dengan memasang tulisan larangan,” ujarnya.

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Dr. Jamhari Makruf menekankan pentingnya pendekatan keagamaan dan kearifan lokal dalam komunikasi lingkungan. Menurut dia, berbagai agama mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Nilai serupa juga hidup dalam tradisi masyarakat adat dan komunitas lokal, termasuk melalui aturan dan sanksi terhadap tindakan yang merusak lingkungan.

Jamhari menilai tantangannya adalah bagaimana para pemuka agama menerjemahkan ajaran keagamaan dan kearifan lokal menjadi pesan serta gerakan pelestarian lingkungan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia Prof. Dr. Supriatna mengatakan, keberlanjutan lingkungan berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam. Karena itu, upaya menjaga lingkungan membutuhkan perubahan perilaku yang didukung pemahaman dan kesadaran bersama.

“Komunikasi berperan menyampaikan pengetahuan dan membangun kepedulian, tetapi komunikasi perlu disertai keteladanan serta contoh nyata dari para pemimpin, pemerintah, dan pemangku kepentingan,” ujar Supriatna.

Bambang berharap CSCP Indonesia, yang dikelola Asosiasi Komunikasi Keberlanjutan Indonesia (ASKOMKI), mempertemukan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pengalaman lapangan. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, serta masyarakat juga diperlukan untuk mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

“Tindak lanjutnya dapat berupa kajian bersama, pelatihan komunikasi keberlanjutan, penyusunan materi edukasi publik, maupun pengembangan forum pertukaran pengetahuan secara berkala,” katanya. Ia menekankan agar setiap langkah memiliki penanggung jawab, sasaran, dan cara evaluasi yang jelas.

Peluncuran CSCP Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan masyarakat melalui komunikasi keberlanjutan. Wadah yang dikelola ASKOMKI tersebut diharapkan dapat mendukung edukasi publik serta kerja sama lintas sektor yang mendorong tindakan nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles