Kamis, 25 April 2024

Mau Manfaat Ekonomi Hutan, Bengkulu Dukung Agenda Indonesia’s FOLU Net Sink

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Provinsi Bengkulu menginginkan masyarakat mendapat manfaat ekonomi dan sosial dari adanya hutan di daerah itu. Untuk itu, Bengkulu akan mendukung penuh pelaksanaan agenda Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjelaskan peran Bengkulu dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sangat strategis. Hal ini karena dari luas wilayah Bengkulu sekitar 20 ribu kilometer persegi, luas wilayah hutannya mencakup lebih dari 43 persen. Selain itu, ada beberapa titik kawasan cagar alam, hutan lindung, taman wisata alam dan taman nasional.

Rohidin mengatakan, yang terpenting dari keberadaan hutan adalah bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial.

“Jadi setelah dilakukan kajian akademik dan sosialisasi sehingga nanti baru di konversi dalam bentuk kebijakan ekonominya. Jadi nanti kita masyarakat Bengkulu diminta untuk menjaga kawasan hutan tapi kita tetap mendapatkan manfaat ekonomi. Ini karena kita bukan hanya mendukung tapi justru sebagai inisiatornya,” kata Gubernur Rohidin usai membuka sosialisasi FOLU Net Sink 2030 yang dilaksanakan di kompleks Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu 8 Februari 2023.

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 merupakan langkah sistematis yang dibangun dalam upaya penurunan emisi  GRK pada sektor kehutanan dan lahan.

“FOLU Net Sink 2030 merupakan bagian dari upaya memenuhi komitmen internasional Indonesia, dengan menjamin realisasi dan implementasi di tingkat tapak. Dalam kata lain, from global to local,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Agus Justianto, selaku Ketua Harian II Tim Folu Net Sink 2030.

Untuk mempercepat implementasinya, dilakukan sosialisasi dan penyusunan rencana kerja Sub Nasional di 22 Provinsi yang ditargetkan selesai Mei 2023. Outputnya nanti disusun suatu rencana kerja oleh semua provinsi yang ada di Indonesia.

Agus menjelaskan, rencana kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Operasional (Renops) Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 sejatinya merupakan kegiatan reguler sektor kehutanan. Hanya saja, kali ini dilaksanakan dengan lebih terstruktur, sistematis dan masif serta dengan target kinerja yang ditingkatkan.

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi GRK sebesar minus 140 juta ton CO2e pada tahun 2030. Adapun yang menjadi pijakan dasar utamanya adalah Sustainable Forest  Management, Environmental Governance, dan Carbon Governance.

“Kami mendorong dan mengharap dukungan dari Gubernur Bengkulu dan segenap stakeholder di Provinsi Bengkulu dalam implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” ujar Agus. ***

More Articles