Kamis, 25 April 2024

Dukung Indonesia FOLU Net Sink 2030, Apkindo Bikin Langkah Strategis

Latest

- Advertisement -spot_img

Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) menyatakan dukungan terhadap implementasi komitmen Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Sebagai industri yang berada di sektor hilir, Apkindo akan melakukan langkah strategis untuk pengelolaan hutan lestari sehingga bisa berperan lebih optimal dalam penyerapan, penyimpanan dan mencegah emisi gas rumah kaca.

Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) Bambang Soepijanto Indonesia FOLU Net Sink memerlukan dukungan bersama.

“Perlu tindakan kolektif para pihak agar komitmen FOLU Net Sink tercapai,” katanya saat diskusi Pojok Iklim, Rabu 8 Juni 2022.

FOLU Net Sink 2030 adalah kondisi dimana tingkat serapan gas rumah kaca (GRK) sektor hutan dan lahan lainnya (Forestry and Other Land Uses/FOLU) berimbang ataupun lebih tinggi dari tingkat emisinya (Net Sink) pada tahun 2030.

Menurut Bambang untuk mendukung FOLU Net Sink, anggota Apkindo akan meningkatkan penggunaan bahan baku kayu yang berasal dari hutan tanaman. “Jenis kayu seperti sengon dan jabon bisa dimanfaatkan,” katanya.

Apkindo juga akan mendorong anggotanya meningkatkan rendemen pemanfaatan kayu sehinga pemanfaatan bahan baku kayu semakin efisien.

Caranya dengan melakukan restrukturisasi mesin menggunakan mesin-mesin terbaru berupa rotary spindleless.

Anggota Apkindo juga mendorong anggota untuk lebih inovatif dalam pembuatan produk panel kayu misalnya dengan memanfaatkan limbah batang sawit dan karet.

Menurut Bambang kayu yang dimanfaatkan sebagai produk olahan menjadi carbon pool yang akan menyimpan karbon selama tidak lapuk atau rusak.

Apkindo adalah organisasi yang mewadahi industri yang memproduksi veneer,  dan kayu lapis termasuk laminated veneer lumber (LVL), particle board, dan produk panel kayu lainnya.

Saat ini Apkindo memiliki anggota 45 industri aktif berproduksi dan berkontribusi pada tercapainya devisa ekspor hasil hutan kayu nasional yang rata-rata sebesar 11,7 miliar dolar AS per tahun. ***

More Articles