Dari Washington DC, Semangat TNI Untuk Masa Depan Indonesia

Latest

- Advertisement -spot_img

Semangat Merah Putih menghangatkan syukuran HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di KBRI Washington DC-AS, Jumat, 9 Oktober 2026. Hadir Duta Besar RI, Atase Pertahanan RI, Atase Kepolisian RI, Perbinlu, Atase Darat, Atase Laut, Perwira FMS, Asisten Atase Pertahanan, para diplomat, para istri anggota Dharma Pertiwi, Persit, Jalasenastri, dan PIA Ardhya Garini, serta Keluarga Besar TNI.

Acara diawali pemutaran film perjalanan 81 TahunTNI, dilanjutkan paparan Atase Pertahanan RI, Marsekal Pertama TNI Yose Ridha, sambutan Dubes RI, Indroyono Soesilo, pemotongan tumpeng, dan pembacaan doa.

Marsma Yose dalam paparannya menegaskan kembali tentang jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.  HUT TNI ke 81 mengambil tema: “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”.  Menurutnya, Indonesia – US Major Defense Cooperation Partnership (MDCP), yang ditandatangani pada 13 April 2026 lalu, telah memperkuat kerjasama pendidikan, latihan, dan pengadaan alutsista antara kedua negara. Pendidikan perwira TNI, antara lain, berlangsung di US National Defense University; US Naval War College, Rhode Island; US Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth; US Air Force Academy, Colorado Springs; US Military Academy, West Point; US Naval Academy, Annapolis; US Naval Postgraduate School, Monterey dan masih banyak lagi.

Juga beragam latihan bersama telah berlangsung, antara lain: latihan terintegrasi Super Garuda Shield 2026, Rim of The Pacific Exercise 2026 (RIMPAC 2026) di Hawaii, Cope West Exercise, Multilateral Naval Exercise Komodo, dan Keris-MAREX antara Korps Marinir TNI-AL dan US Marine Corps. Pendidikan dan latihan Kopassus TNI AD di AS juga sudah masuk agenda kerjasama.

Dalam pengadaan alutsista dari AS, Marsma Yose menyampaikan tentang kedatangan gelombang pertama, 12 unit kendaraan tempur amfibi AA M-35, dari rencana 105 unit, untuk Korps Marinir TNI AL, juga rencana pembangunan helikopter Bell dan Black Hawk, serta pengadaan mesin General Electric untuk pesawat pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia.

Pada peringatan HUT RI ke 81 ini, Dubes Indroyono mengenang pembentukan TNI dari berhimpunnya mantan anggota PETA, KNIL, Heiho, laskar Hizbullah, dan Tentara Pelajar. Pemilihan Soedirman sebagai Panglima Besar TKR oleh para Panglima Divisi TKR, pada 12 November 1945 di Yogyakarta, menandai konsolidasi perjuangan TKR.  Ia juga menyoroti Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang memperlihatkan kepada Dunia tentang keberadaan Republik dan TNI, guna memperkuat diplomasi RI di Dewan Keamanan PBB, yang menghasilkan gencatan senjata untuk kemudian menuju Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda dan akhirnya berhasil diakuinya kedaulatan Indonesia pada Desember 1949.

Dalam kesempatan itu, Dubes Indroyono juga mengenang pengabdian dan perjuangan prajurit TNI dalam menghadapi beragam pemberontakan bersenjata seperti, Pemberontakan PKI/Muso-Madiun, gerombolan DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat, DI/TII Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, Pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi, Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), dan Pemberontakan G 30 S/PKI 1965, serta kontribusi Kontingen Garuda RI, bagi perdamaian dunia, sejak Kontingen Garuda 1 ke Mesir tahun 1957.

Dubes Indroyono juga, tidak lupa, menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada para istri prajurit yang mendampingi dengan ikhlas. Mereka harus merelakan suami menjalankan tugas panggilan negara, termasuk menghadapi risiko pengorbanan jiwa dan raga. Keteguhan keluarga menjadi kekuatan di balik pengabdian.

Dari Washington DC, semangat kejuangan kembali diteguhkan: kecanggihan senjata harus berpadu dengan profesionalisme dan kesetiaan kepada rakyat. Warisan pejuang adalah keberanian mengutamakan bangsa. Dengan jiwa itu, TNI mengawal masa depan NKRI agar tetap berdaulat, rakyat terlindungi, dan generasi mendatang tumbuh dalam Indonesia yang damai, adil, dan makmur. Pengabdian hari ini menjadi jembatan menuju cita-cita Indonesia yang lebih kuat esok.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles