Kementerian Kehutanan mendorong mahasiswa kehutanan di seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam menghadapi persoalan lingkungan, mulai dari perubahan iklim dan kebakaran hutan dan lahan hingga pelestarian keanekaragaman hayati. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi generasi muda agar mereka dapat berperan langsung dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional di Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Minggu (18/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian pembukaan Olimpiade Mahasiswa Kehutanan Indonesia (OMKI) 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun SDM Kehutanan Unggul untuk Menjawab Tantangan Masa Depan” ini diselenggarakan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Kementerian Kehutanan.
Kepala Bidang Pembinaan Perilaku Generasi Peduli Cinta Alam Pusgenri, Ernawati Eko Hartono, yang hadir mewakili Kepala Pusgenri Luckmi Purwandari, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan hutan Indonesia.
“Hutan yang tangguh dimulai dari manusia yang unggul. Karena itu, generasi muda kehutanan tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi, memahami persoalan masyarakat, serta menghadirkan solusi nyata bagi kelestarian hutan,” ujar Ernawati.
Ia menjelaskan, tantangan kehutanan yang semakin kompleks membutuhkan rimbawan muda dengan kemampuan teknis, pemikiran kritis, literasi digital, kepemimpinan, serta keterampilan berkomunikasi dan bekerja sama lintas sektor. Selain kompetensi tersebut, integritas dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menjalankan peran mereka.
Kemenhut turut memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui transformasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) yang berorientasi pada penguatan human capital. Langkah ini mencakup pengembangan Corporate University, Assessment Center, manajemen talenta berbasis meritokrasi, serta pembinaan generasi muda melalui Pusgenri.
Pusgenri menjalankan sejumlah program untuk membangun kapasitas generasi pelestari hutan, antara lain Bestari Rimba, Youth Talk Take Action (YTTA), Forest Youthverse (FYV), Forest Youthpreneurship (FYP), dan pembinaan Pramuka Saka Wanabakti. Sepanjang 2025–2026, berbagai program tersebut mencatat 9.254 partisipasi generasi muda.
Program pembinaan tersebut menggabungkan edukasi, peningkatan kapasitas, pengembangan inovasi, kewirausahaan, dan aksi konservasi. Melalui pendekatan ini, Pusgenri berupaya mendorong generasi muda mengubah kepedulian terhadap hutan menjadi keterampilan dan kontribusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Mahasiswa kehutanan juga memiliki kesempatan untuk terlibat sebagai edukator lingkungan, fasilitator kegiatan, pengembang inovasi, wirausaha hijau, maupun mitra pelaksanaan konservasi di berbagai daerah. Bentuk kontribusinya dapat berupa kampanye edukasi kehutanan melalui media sosial, pengembangan teknologi pemantauan hutan, pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan, hingga pengembangan usaha berbasis hasil hutan secara berkelanjutan.
Ernawati mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi untuk mulai menghasilkan perubahan melalui peran sebagai agen perubahan, aktivis digital, inovator sosial, dan wirausaha hijau. Menurutnya, keterlibatan generasi muda tidak seharusnya terbatas pada pencapaian akademik, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi kelestarian hutan dan masyarakat.
Melalui OMKI 2026, Kementerian Kehutanan berharap kompetisi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dan melahirkan gagasan yang mampu menjawab persoalan kehutanan. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kesiapan generasi muda dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Jangan hanya berlomba menjadi rimbawan terbaik, tetapi berlombalah memberikan kontribusi terbaik. Jangan menunggu lulus untuk mulai berbuat bagi hutan Indonesia, karena masa depan hutan sedang kita bentuk melalui tindakan kita hari ini,” kata Ernawati.
***



