Indonesia bersiap menghadirkan etalase baru di New York: Indonesia Center, sebuah platform komersial dan budaya yang menghubungkan Indonesia dengan pasar Amerika Serikat. Gagasan ini mengemuka dalam pertemuan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo dengan mantan Menteri Pariwisata RI, Sandiaga Uno, selaku penggagas, pada 12 Oktober 2026 lalu.
Indonesia Center dirancang menjawab kebutuhan akan satu wadah yang secara konsisten menampilkan Indonesia kepada pasar Amerika. Selama ini, promosi produk, budaya, dan peluang bisnis kerap berjalan melalui berbagai kanal. Kehadiran ruang bersama diharapkan menyatukan upaya tersebut menjadi pengalaman yang lebih terlihat, terpadu, dan berkelanjutan.
Direncanakan, Indonesia Center akan berdiri di Manhattan, pusat kota New York, AS, yang memungkinkan pengunjung menikmati makanan tradisional Indonesia, mengenal produk unggulan, menyaksikan pertunjukan seni, sekaligus menjajaki kerja sama bisnis. Indonesia Center direncanakan menghadirkan pengalaman terpadu itu melalui perpaduan kuliner, gerai produk, kegiatan budaya, dan layanan pendukung usaha.
Bagi perusahaan Indonesia, pusat ini direncanakan menjadi pijakan awal untuk memasuki pasar Amerika Serikat. Ruang pamer, kantor, kantor virtual, serta layanan konsultasi dapat membantu pelaku usaha membangun kehadiran, memperkenalkan merek, mencari mitra, dan menjangkau calon pelanggan.
Model komersialnya menggabungkan pendapatan dari penyewaan ruang, penjualan makanan dan produk, kemitraan merek, layanan konsultasi, serta periklanan. Dengan demikian, promosi Indonesia tidak hanya bergantung pada acara sesaat, tetapi ditopang aktivitas usaha yang berkesinambungan.
Sandiaga Uno menyatakan bahwa nilai utama Indonesia Center terletak pada sinergi. Diaspora, seniman, komunitas pencinta Indonesia, perusahaan, dan lembaga pendukung dapat bertemu dalam satu ekosistem. Kegiatan budaya menarik pengunjung, sementara interaksi yang tercipta membuka peluang transaksi dan kemitraan.
Rancangan ini juga membuka ruang kolaborasi dengan IIPC dan mitra ekosistem untuk mempertemukan peluang investasi Indonesia dengan investor Amerika. Keterlibatan Danantara, BUMN, dan lembaga keuangan dibayangkan sebagai bagian dari penguatan jejaring kelembagaan, sesuai peran dan kesepakatan masing-masing.
Dubes RI, Indroyono Soesilo menyambut baik rencana ini. Ia menegaskan bahwa secara positif, Indonesia Center berpotensi memperkuat citra Indonesia di AS, melalui pengalaman langsung, bukan sekadar pesan promosi. Pengunjung dapat mengenal kreativitas, kualitas produk, dan kemampuan bisnis Indonesia dalam satu kunjungan.
New York dipilih sebagai lokasi pertama yang strategis dalam rancangan ini. Jika berhasil, modelnya dapat dikembangkan ke negara lain. Kuncinya ialah kurasi berkualitas, pengelolaan profesional, dan kemitraan yang nyata, agar Indonesia Center menjadi pintu masuk bagi hubungan ekonomi dan budaya yang semakin erat antara Indonesia dan AS.
***



