Penguatan ekosistem industri halal menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar global. Sejalan dengan agenda tersebut, APP Group berpartisipasi dalam Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Halal Indo 2026 menjadi salah satu platform penguatan ekosistem industri halal nasional dengan mempertemukan pelaku industri, calon pembeli, dan pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.
Tahun ini, Kementerian Perindustrian memfasilitasi 174 industri halal dari berbagai subsektor, dengan kehadiran peserta maupun calon pembeli dari lebih dari 11 negara. Penguatan industri halal juga didukung melalui Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025–2029 sebagai acuan untuk meningkatkan daya saing industri nasional dan memperluas akses pasar global.
“Kami ingin menjadikan momentum kewajiban sertifikasi halal bukan hanya sebagai compliance, tetapi sebagai competitiveness. Sertifikasi halal harus menjadi bagian dari strategi industri untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sejalan dengan arah tersebut, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai nilai industri halal, termasuk melalui penyediaan produk pendukung yang memenuhi standar halal dan kebutuhan berbagai sektor industri. APP Group melihat penguatan ekosistem ini sekaligus sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.
“Industri halal memiliki rantai nilai yang luas. APP Group ingin mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem tersebut melalui produk yang memenuhi standar halal sekaligus mendukung peningkatan daya saing industri Indonesia,” ujar Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata.
Dalam Halal Indo 2026, APP Group menghadirkan beragam produk berbasis serat yang telah menerapkan standar halal, mulai dari produk kertas untuk kebutuhan cetak, tulis dan perkantoran, kertas khusus Alquran, tisu, hingga kemasan makanan berbasis kertas.
Rekam jejak produk halal APP antara lain mencakup Sinar Dunia untuk kategori kertas dan bahan kertas, produk tisu dari PT The Univenus dengan merek seperti Paseo, Nice, Toply dan Jolly, serta Sinar Tech Quran Paper dan Foopak. Sinar Dunia sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam ekosistem halal dan pernah meraih Halal Top Brand untuk kategori kertas dan bahan kertas dari LPPOM MUI.
Salah satu produk yang ditampilkan adalah Sinar Tech Quran Paper, produk PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang yang digunakan antara lain untuk pencetakan Alquran. Produk kertas bersertifikasi halal tersebut telah dipasarkan ke berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah. Jangkauan pasar internasional ini menjadi salah satu indikasi kepercayaan pasar mancanegara terhadap kualitas produk kertas Indonesia sekaligus menunjukkan peluang industri nasional untuk mengambil bagian dalam rantai nilai halal global.
Pada kategori tisu, penerapan standar halal juga telah menjadi bagian dari pengembangan produk APP Group. PT The Univenus, yang memasarkan merek tisu seperti Paseo, Nice, Toply dan Jolly, menyebut produk tisunya memiliki sertifikasi halal. Pada produk seperti Paseo Towel, sertifikasi halal juga berjalan beriringan dengan standar food safe, sehingga relevan untuk penggunaan yang bersentuhan dengan makanan serta kebutuhan higienitas sehari-hari.
APP Group juga menampilkan Foopak, solusi kemasan makanan berbasis kertas yang dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan dan higienitas produk serta keberlanjutan. Foopak memiliki sejumlah solusi kemasan yang telah bersertifikasi halal dan memenuhi standar keamanan pangan, sekaligus menawarkan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan, termasuk produk yang dapat didaur ulang dan bebas plastik.
“Pasar halal global membuka peluang yang semakin besar bagi produk Indonesia. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi penting agar industri nasional terus meningkatkan standar, inovasi, dan daya saingnya di pasar internasional,” tambah Suhendra.



