Sebanyak 70 Generasi Pelestari Hutan (Genries) dari berbagai daerah mengikuti Forest Youthverse Summit 2026 yang digelar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 14-17 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan bersama Green Generation Indonesia itu difokuskan untuk membangun kepemimpinan generasi muda dalam aksi pelestarian biodiversitas laut dan pesisir.
Forum bertajuk “Biodiversity Action Camp: Inisiatif Generasi Muda dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati” tersebut mempertemukan generasi muda, praktisi lingkungan, pemerintah, komunitas, hingga sektor teknologi dalam ruang kolaboratif yang mengedepankan pembelajaran lapangan, penguatan jejaring, serta aksi nyata konservasi.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, mengatakan Forest Youthverse Summit tidak sekadar menjadi kegiatan kemah generasi muda, tetapi dirancang sebagai ruang pembelajaran transformatif untuk mencetak agen perubahan di sektor kehutanan dan biodiversitas.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton isu kehutanan. Anak muda harus menjadi penggerak perubahan, menghadirkan solusi, membangun kolaborasi, dan membawa aksi nyata untuk menjaga masa depan hutan dan biodiversitas Indonesia,” ujar Luckmi dalam keterangannya, Minggu (18/5).
Selama empat hari kegiatan, peserta mengikuti rangkaian program dengan pendekatan Connect, Explore, Create, dan Impact. Pendekatan tersebut mendorong peserta membangun kedekatan emosional dengan lingkungan, belajar langsung dari alam dan praktisi, hingga menciptakan solusi inovatif yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan sesi Connection Circle untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas antarpeserta. Pada hari berikutnya, peserta mengikuti Green Generation Ceremony dan Interactive Talkshow bertema “Biodiversitas adalah Kita” bersama Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, INSPIRIT, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta.
Forum itu juga menghadirkan Pitching Collaboration yang menampilkan 23 kelompok inovasi generasi muda. Mereka mempresentasikan gagasan terkait konservasi, teknologi hijau, edukasi lingkungan, hingga pengelolaan sampah kepada para praktisi dan dewan pakar.
Aksi lapangan menjadi puncak kegiatan melalui penanaman mangrove, edukasi transplantasi terumbu karang, pelepasan tukik, serta wisata literasi dan pengelolaan sampah di Pulau Pramuka. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas konservasi ekosistem pesisir dan laut.
Pusgenri berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak generasi muda yang mampu menjadi Biodiversity Innovator melalui inovasi, kreativitas, dan aksi nyata untuk mendukung pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia.
***



