Selasa, 24 Maret 2026

Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Menambah Wawasan di Museum Soesilo Soedarman, Cilacap

Latest

- Advertisement -spot_img

Untuk mengisi kegiatan Cuti Lebaran 2026, para taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang berasal dari wilayah Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara dan Banyumas mengadakan kunjungan ke Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kabupaten Cilacap, guna menambah wawasan dan belajar dari salah satu senior mereka yang semasa hidupnya pernah menjadi tokoh Nasional.

Para taruna ini tengah menempuh Pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya dan Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Museum Soesilo Soedarman adalah satu-satunya Museum di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Museum ini menempati Wisma Mbah Ageng, dibangun tahun 1899, tempat tinggal masa kecil Soesilo Soedarman. Di dalamnya terhimpun dokumen serta memorabilia milik Almarhum Jenderal Soesilo Soedarman, yang selama 52 tahun masa hidupnya diabdikan kepada Nusa, Bangsa dan Negara.

Selesai pendidikan Sekolah Menengah Tinggi (SMT), Soesilo Soedarman muda masuk Akademi Militer (Militaire Academie – MA) di Yogyakarta, pada 31 Oktober 1945. Sebagai Taruna MA Yogya, ia bersama rekan-rekannya tidak hanya belajar dan berlatih, namun sudah langsung dikirim ke medan pertempuran di Bandung Utara, di sekitar Yogyakarta, menumpas Pemberontakan PKI-Madiun 1948 dan ikut Perang Kemerdekaan 1948-1949. Akademi Militer Yogyakarta adalah cikal bakal Akademi Militer Magelang saat ini.

Usai dilantik sebagai perwira remaja oleh Presiden Soekarno, pada 28 November 1948, Letda Soesilo Soedarman bergabung ke Korps Kavaleri TNI-AD dan setelah menyelesaikan pendidikan lanjutan di Belanda, Amerika Serikat dan Rusia. Ia turut membangun Korps Kavaleri Indonesia yang modern seperti sekarang ini.

Karir Pengabdian Almarhum cukup lengkap, baik sebagai pasukan gerilya, hingga komandan lapangan, tugas di lembaga pendidikan, Atase Pertahanan, Tugas di Markas Besar ABRI hingga menjabat Panglima Kowilhan-I/Sumatera-Kalbar.

Di Pemerintahan, Jenderal Soesilo Soedarman pernah menjabat Duta Besar RI di Amerika Serikat, Menteri Pariwisata, Pos & Telekomunikasi, serta Menko Polkam.

Koleksi Luar Ruang Museum dilengkapi persenjataan tank, panser, meriam, mortir, pesawat udara, peluru kendali dan ranjau laut. Sedang koleksi didalam Museum mencakup berbagai memorabilia yang menggambarkan kenangan pengabdian Soesilo Soedarman semasa hidupnya. Jenderal Soesilo Soedarman wafat pada 18 Desember 1997 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Di museum ini, para taruna Akademi TNI & Polri dapat menelusuri pembentukan Akmil-Magelang, tahun 1957, yang merupakan kelanjutan Akademi Militer Yogyakarta (1945 – 1950). Juga tentang Sejarah pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) (1966), dimana Letkol Soesilo Soedarman adalah salah satu pendiri Akabri, didalamnya terdapat Akmil, AAL, AAU dan Akpol.

Di Ruang Soesilo Soedarman & Kelautan, diabadikan beragam foto dan miniatur kapal perang TNI-AL, termasuk foto foto dan miniatur Kapal Layar Latih TNI-AL, KRI Dewa Ruci dan Taruna AAL, saat hadir di New York AS dalam rangka peringatan 100 Tahun Statue of Liberty, dan disambut Duta Besar RI, Soesilo Soedarman (1986). Di Ruang Tribata, para taruna Akpol dapat menelusuri dokumen dan foto foto berkaitan dengan Pembangunan Ksatrian Akpol Semarang (1978) oleh Danjen Akabri, Letjen Soesilo Soedarman hingga pemindahan Ksatrian Akpol dari Sukabumi ke Ksatrian Akpol Semarang, sekaligus peresmiannya pada 1 Juli 1980.

Di Ruang Swa Bhuwana Paksa, para taruna AAU dapat menelusuri sejarah renovasi pesawat TNI-AU, P-51/Mustang dan pengadaan Pesawat Tempur taktis P-51/Mustang baru TNI-AU dari AS dalam Peace Pony Project 1972. Kala itu, Brigjen Soesilo Soedarman menjabat sebagai Atase Pertahanan RI di Amerika Serikat.

Juga pengadaan pesawat tempur T-33/Bird TNI-AU dalam Peace Modern Project Tahun 1973, yang dikenal pula
sebagai Operasi Cakar Garuda. Sedang pengadaan pesawat tempur F-16/Fighting Falcon TNI-AU berlangsung saat Soesilo Soedarman menjabat Duta Besar RI di AS (1987). Miniatur Pesawat F-16/Fighting Falcon dan foto-foto dokumen, termasuk foto-foto pembahasan pesawat F-16 dengan pejabat AB-AS Pentagon, juga diabadikan di Museum ini.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles