RSPO Latih 18 Ribu Petani Sawit Swadaya untuk Perkuat Praktik Berkelanjutan

Latest

- Advertisement -spot_img

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) terus memperkuat kapasitas petani swadaya melalui program Smallholder Trainer Academy (STA) yang dinilai berhasil mendorong transformasi praktik perkebunan sawit berkelanjutan di berbagai negara produsen sawit. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun pendekatan pelatihan yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial, budaya, dan karakter petani di lapangan.

Dalam publikasi terbaru RSPO bertajuk From Training to Transformational Impact: Inside RSPO’s Smallholder Trainer Academy, disebutkan bahwa pelatih lapangan menghadapi tantangan besar dalam menyampaikan konsep keberlanjutan kepada petani kecil yang memiliki latar belakang, bahasa, dan kondisi sosial yang berbeda-beda.

Master Trainer asal Indonesia, Sarjan Alatas, mengatakan pendekatan kepada petani swadaya membutuhkan proses yang lebih panjang dan intensif dibandingkan pelatihan konvensional.

“Petani swadaya biasanya membutuhkan lebih banyak waktu, energi, dan usaha. Kami juga harus menyesuaikan pendekatan dengan karakter petani, budaya lokal, dan bahasa sesuai kondisi lapangan,” ujar Sarjan.

Program STA dikembangkan untuk memperkuat kemampuan para pelatih melalui metode pembelajaran orang dewasa, simulasi lapangan, praktik instruksional, hingga pendampingan berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi keberlanjutan sehingga lebih mudah diterapkan dalam praktik sehari-hari di tingkat petani.

RSPO mencatat sejak 2019 program STA telah melatih lebih dari 18 ribu petani swadaya di Malaysia, Indonesia, Thailand, Amerika Latin, dan Afrika. Melalui program itu, petani tidak hanya memperoleh pemahaman terkait praktik sawit berkelanjutan, tetapi juga memperkuat jejaring dan meningkatkan peluang ekonomi komunitas.

Master Trainer asal Malaysia, Nur Syafiqah Syuhadah Tajudin, mengaku program STA membantu dirinya meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi dengan petani di lapangan.

“Sejak mengikuti program STA Master Training, saya terus meningkatkan cara berinteraksi dengan petani secara lebih efektif, didukung materi pembelajaran yang membantu memperkuat pemahaman dan membuat pelatihan lebih berdampak,” ujarnya.

RSPO menilai keberhasilan transformasi sektor sawit tidak cukup hanya melalui kebijakan dan regulasi, tetapi juga memerlukan keterlibatan pelatih dan pendamping lapangan yang mampu menjembatani penerapan praktik berkelanjutan secara langsung di tingkat akar rumput.

Melalui penguatan kapasitas trainer, RSPO berharap semakin banyak petani swadaya yang mampu menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles