Guru besar di bidang Manajemen Komunikasi Prof. Anter Venus mengingatkan untuk menata ulang posisi (reposisi) sosial di era digital dan kecerdasan buatan. Fenomena algoritma yang mengendalikan narasi sosial dan keputusan hidup, menjadi alasan penting terhadap langkah reposisi manusia di era kini.
Peringatan tersebut disampaikan Prof. Anter Venus pada acara Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI), yang diselenggarakan di IPB International Convention Center, Kamis 7 Mei 2026. Menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan ADPIKI, Anter Venus meminta para dosen dan peneliti di bidang komunikasi menjadi motor reposisi manusia di tengah kendali AI.
“Saat ini algoritma mengambil alih peran manusia, membentuk konstruksi realitas lalu mengambil keputusan hidup” kata Anter Venus.
Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) itu menunjukkan fakta konsumsi informasi. Dalam sehari, manusia mengonsumsi informasi hingga 34 Gigabyte (Gb), dan 6 jam menggunakan internet, 3,7 jam melakukan screen time media sosial. Penetrasi AI terbanyak menyasar Gen Z sebanyak 43,7 persen, milenial 22,3 persen dari keseluruhan populasi pengguna media sosial 180 juta jiwa.
“Ke depan penetrasi AI cenderung meningkat karena manusia terus memberikan informasi data utama algoritma untuk menggantikan peran manusia di berbagai sektor pekerjaan,” Anter Venus, mengingatkan.
Menurutnya, AI bekerja secara berlebihan dimulai dari informasi, menghasilkan misinformasi, lalu terjadi disinformasi, mengakibatkan infodemic atau banjir informasi yang dapat berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Karenanya, para pelaku komunikasi memiliki tanggungjawab besar dalam memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap faktual, etis, dan mencerdaskan.
“Di era ditigal dan AI sekarang ini, informasi tidak hanya sekadar proses penyampaian pesan, tetapi menjadi arena pembentukan realitas,” kata Anter Venus.
Akibat banjirnya informasi, masyarakat alami tekanan berat akibat derasnya konten digital yang bersifat personal, interaktif namun dikendalikan oleh algoritma. Atas fakta fakta itulah, Anter Venus mengingatkan reposisi kehidupan sosial manusia di antara digitalisasi dan AI mendesak. Penguatan peran manusia dapat dilakukan dengan meningkatkan literasi digital, menguatkan kemampuan verifikasi informasi, dan mengedepankan etika dalam bermedia.
***



