Sabtu, 28 Februari 2026

Model Forest Perkuat Kolaborasi Regional untuk Pengelolaan Lanskap Hutan Berkelanjutan di Asia

Latest

- Advertisement -spot_img

Indonesia menegaskan komitmennya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam Regional Model Forest Network–Asia (RMFN–Asia) 2026 Annual Advisory Committee Meeting yang berlangsung pada 2–7 Februari 2026 di Paro, Bhutan. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama regional dalam pengelolaan lanskap hutan berbasis pendekatan Model Forest.

Sebagai Indonesia National Focal Point of International Model Forest Network (IMFN), Agus Justianto menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang pembelajaran bersama dan penguatan sinergi antarnegara dalam menjawab tantangan perubahan iklim, degradasi hutan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dijelaskan Agus dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (06/01/2026).

“Model Forest bukan hanya pendekatan teknis pengelolaan hutan, tetapi juga wadah kolaborasi multipihak yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang. Forum ini memperkuat posisi Asia sebagai kawasan yang proaktif dalam pembangunan kehutanan berkelanjutan,” ujar Agus Justianto.

Pertemuan tahunan ini membahas berbagai agenda strategis, termasuk evaluasi capaian Model Forest di Asia, implementasi Rencana Strategis RMFN Asia 2025–2030, serta pembelajaran dari praktik pengelolaan lanskap hutan di Bhutan. Selain sesi pleno, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan untuk melihat langsung praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat dan konservasi keanekaragaman hayati.

Agus menjelaskan bahwa Indonesia memanfaatkan forum ini untuk memperkuat diplomasi kehutanan sekaligus mempromosikan praktik baik pengelolaan hutan yang selaras dengan agenda pembangunan nasional dan komitmen global.

“Pengalaman Indonesia dalam pengelolaan hutan produksi lestari, restorasi gambut dan mangrove, serta pelibatan masyarakat menjadi kontribusi penting dalam jaringan IMFN. Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran ini dapat direplikasi dan disesuaikan di berbagai negara,” tambahnya.

Secara tidak langsung, Agus juga menekankan bahwa kehadiran Indonesia dalam RMFN Asia merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi sektor kehutanan sebagai pilar pembangunan rendah karbon. Menurutnya, pendekatan Model Forest mampu menjembatani kepentingan konservasi, produksi, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu lanskap terpadu.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 60 peserta dari berbagai negara dan mitra strategis ini diselenggarakan oleh RECOFTC bersama Department of Forests and Park Services (DoFPS) Bhutan, dengan lokasi utama di Metta Resort and Spa, Paro.

Forum ini juga melibatkan organisasi internasional, lembaga riset, dan jaringan Model Forest dari berbagai kawasan. Agus berharap hasil pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama konkret antarnegara dalam pengembangan Model Forest, khususnya dalam bidang restorasi lanskap, penguatan ekonomi lokal, dan adaptasi perubahan iklim.

“Ke depan, jejaring Model Forest harus menjadi motor penggerak inovasi dan kolaborasi lintas negara. Indonesia siap terus berkontribusi aktif untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Indonesia juga terus memperkuat kontribusinya melalui pengembangan Margowitan Model Forest di Jawa Timur sebagai salah satu praktik baik pengelolaan lanskap terpadu.

Focal Point Margowitan Model Forest, John Novarly, menyatakan bahwa pengelolaan Margowitan selama hampir dua dekade telah membuktikan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Bagi masyarakat di empat kabupaten, hutan Margowitan bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga aset bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Melalui kemitraan antara Perum Perhutani, pemerintah daerah, koperasi, dan masyarakat, kami terus memperkuat pengelolaan hutan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Melalui partisipasi aktif dalam RMFN–Asia dan penguatan praktik di tingkat tapak seperti Margowitan, Indonesia menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak pengelolaan lanskap hutan berkelanjutan di kawasan Asia, sekaligus memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap agenda pembangunan rendah karbon dan kesejahteraan Masyarakat.

PROFIL:Tentang RMFN Asia dan IMFN

Regional Model Forest Network–Asia (RMFN–Asia) merupakan bagian dari International Model Forest Network (IMFN) yang mempromosikan pengelolaan lanskap hutan berkelanjutan melalui kemitraan multipihak. Jaringan ini mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pengelolaan hutan skala bentang alam untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles