Sabtu, 3 Januari 2026

Kemenhut Percepat Pemulihan Pascabanjir di Aceh dan Sumatera Utara

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan melanjutkan penanganan dampak banjir bandang di wilayah Aceh Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dengan fokus utama pada pemulihan akses warga, fasilitas pendidikan, dan layanan publik. Hingga hari ke-30 pascabencana, sejumlah jalur transportasi, permukiman, dan sekolah mulai kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kementerian Kehutanan mengerahkan personel dan alat berat melalui kerja sama lintas sektor bersama TNI, BNPB, dan masyarakat setempat. Kegiatan difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan yang tertutup material kayu serta pembersihan fasilitas umum dan pendidikan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Subhan, menyampaikan bahwa operasi lapangan melibatkan puluhan personel gabungan dengan dukungan alat berat.
“Kami mengerahkan sekitar 70 personel gabungan dengan enam unit ekskavator untuk membuka akses jalan, jalur menuju rumah warga, serta membersihkan fasilitas sekolah agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” ujar Subhan, Selasa (30/12).

Di Desa Geudumbak, tim gabungan berhasil membersihkan sekitar 2,2 hektare tumpukan kayu yang sebelumnya menutup akses jalan dan area permukiman. Pembersihan juga dilakukan di sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk SD Negeri 2 Langkahan dan Dayah Darul Aman di Desa Tanjung Dalam, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera dipulihkan.

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kementerian Kehutanan melanjutkan penanganan pascabencana di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Kegiatan difokuskan pada pemilahan kayu limbah bencana, pembersihan permukiman, serta pemulihan fasilitas umum di sekitar alur Sungai Garoga.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu mengikuti komando satuan tugas daerah.

“Hingga 30 Desember, pemilahan kayu bencana di Sungai Garoga telah selesai di 10 titik. Bersamaan dengan itu, pembersihan permukiman, balai desa, pasar, dan rumah ibadah terus kami lakukan bersama lintas instansi,” kata Novita.

Kementerian Kehutanan menegaskan akan terus mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak melalui sinergi lintas sektor, dengan menyesuaikan langkah penanganan terhadap kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat agar akses vital dan layanan publik dapat pulih secara berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles