Selasa, 31 Maret 2026

Kemenhut dan JICA Sepakati Langkah Strategis Tekan Degradasi Hutan

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kemitraan strategis di sektor kehutanan guna menjawab tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan global. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang, pada 30 Maret 2026.

Pertemuan ini mempertemukan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Senior Vice President JICA Yoshifumi Yoshikawa, bersama jajaran pejabat terkait dari kedua pihak. Agenda utama pembahasan mencakup penguatan kerja sama dalam rehabilitasi lahan terdegradasi, pengelolaan kawasan konservasi, serta dukungan terhadap agenda pengendalian perubahan iklim.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi elemen penting dalam mempercepat upaya Indonesia menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mengendalikan perubahan iklim melalui rehabilitasi hutan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia tengah mendorong pengembangan kawasan konservasi berstandar global melalui konsep World Class National Park. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga mengintegrasikan tata kelola modern, ekowisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. “Kami ingin kawasan konservasi Indonesia menjadi rujukan dunia, baik dari sisi konservasi maupun manfaat ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Kementerian Kehutanan mengajak JICA untuk berkolaborasi dalam pengembangan World Mangrove Center sebagai pusat global untuk riset, edukasi, dan inovasi pengelolaan mangrove. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam solusi berbasis alam untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Pihak JICA menyatakan dukungan terhadap berbagai inisiatif tersebut dan menilai kolaborasi dengan Indonesia memiliki dampak strategis, baik secara regional maupun global. Yoshifumi Yoshikawa menyampaikan bahwa pihaknya siap memperluas dukungan melalui pendanaan, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas kelembagaan. “Kami melihat potensi besar kerja sama ini dalam menciptakan solusi nyata bagi tantangan kehutanan dan iklim,” ujarnya.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia–Jepang, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kolaborasi lintas negara. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk menjajaki peluang kerja sama baru yang lebih inovatif dan berdampak jangka panjang.

Dengan penguatan kemitraan ini, kedua negara berharap dapat mendorong implementasi program kehutanan berkelanjutan yang lebih efektif, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pencapaian target iklim global.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles