Selasa, 24 Februari 2026

Green Logistics Talk Perkuat Kolaborasi Menuju Logistik Rendah Karbon Dukung FOLU Net Sink 2030

Latest

- Advertisement -spot_img

Transformasi sektor logistik menuju sistem rendah karbon dinilai menjadi bagian strategis dalam mendukung komitmen iklim nasional Indonesia, khususnya pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan target penurunan emisi dalam Second Nationally Determined Contribution (NDC).

Melalui forum Green Logistics Talk yang dilakukan di Jakarta pada Kamis (19/02/2026) mengusung tema “Measuring, Reducing, and Managing Carbon Footprint in Logistics for Indonesia’s Climate Commitment”.

Green Logistics Talk ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan jejaring profesional lintas kawasan guna menegaskan pentingnya integrasi kebijakan kehutanan, efisiensi rantai pasok, serta pengukuran jejak karbon yang akuntabel dalam membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Project Director FOLU NC-1 sekaligus Dewan Penasehat Ahli Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Agus Justianto, mengatakan bahwa pengelolaan emisi karbon harus dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan yang bertanggung jawab, bukan sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi. “Pendekatan yang kita dorong bukan menghentikan pembangunan, tetapi memastikan setiap aktivitas ekonomi berjalan lebih efisien, bijak, dan berkelanjutan,” ujar Agus Justianto dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah menetapkan komitmen melalui Second Nationally Determined Contribution serta target FOLU Net Sink 2030, yang menempatkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sebagai penyerap bersih emisi pada 2030. Menurutnya, kontribusi lintas sektor, termasuk transportasi dan distribusi, sangat menentukan keberhasilan target tersebut. “Dunia usaha, termasuk sektor logistik, memiliki peran besar melalui efisiensi energi, inovasi teknologi, serta penerapan sistem pengukuran dan pelaporan emisi yang akuntabel,” katanya.

Agus Justianto menambahkan bahwa rehabilitasi hutan dan penanaman pohon menjadi intervensi nyata dalam kerangka FOLU. Hingga saat ini, implementasi FOLU NC-1 telah menjangkau lebih dari 17 ribu hektare dengan peningkatan cadangan karbon lebih dari 34 ribu ton CO2e, dan capaian tersebut akan terus diperkuat melalui skema lanjutan.
Founder PT Arrakasta Nusalink Logistik Indonesia (ANL Logistics), Netty Sri Rejeki, menegaskan bahwa sektor logistik siap mengambil peran strategis dalam mendukung komitmen iklim nasional.

“Sebagai negara kepulauan, logistik adalah nadi konektivitas nasional. Namun setiap kilometer perjalanan memiliki jejak karbon, dan di sinilah tanggung jawab kami dimulai,” ujar Netty. Ia menekankan bahwa transformasi logistik tidak hanya menyangkut efisiensi operasional, tetapi juga reformasi sistemik melalui pengukuran carbon footprint yang mengacu pada standar internasional. “Kami berkomitmen membangun sistem logistik yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berdaya saing global,” tambahnya.

General Manager All Sedayu Hotel Kelapa Gading Anis Fachmi menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif Green Logistics Talk sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem logistik yang rendah karbon dan berkelanjutan. “Inisiatif Green Logistics sejalan dengan semangat Sedayu Group dalam mengembangkan bisnis yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berorientasi jangka panjang. Kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional perhotelan, termasuk pengelolaan rantai pasok dan kerja sama dengan mitra usaha, guna mendukung pencapaian target iklim nasional, termasuk FOLU Net Sink 2030,” ujar Anis.

Forum Green Logistics Talk diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif yang mempertemukan kebijakan pemerintah, praktik industri, inovasi teknologi, serta peran organisasi profesi dalam mempercepat sistem distribusi dan transportasi yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi multipihak tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi kebijakan FOLU, transformasi industri, serta kontribusi dunia usaha dalam mendukung pencapaian target iklim nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau global.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles