Sebanyak 29 diplomat dan profesional muda Indonesia lulus dari Universitas Georgetown di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (12/05/2026). Para lulusan tersebut telah menyelesaikan program Executive Master in Diplomacy and International Affairs (EMDIA) di School of Foreign Service universitas tersebut melalui beasiswa yang disediakan oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).
Didirikan pada tahun 1919, School of Foreign Service di Universitas Georgetown diakui secara luas sebagai salah satu sekolah hubungan internasional terkemuka di dunia, dengan lebih dari 29.000 alumni yang tersebar di 120 negara. Lembaga ini telah berulang kali dinobatkan sebagai program pascasarjana hubungan internasional terbaik oleh majalah Foreign Policy dan dikenal telah mencetak banyak menteri luar negeri, duta besar, pejabat internasional senior, serta pemimpin keuangan global.
Ke-29 lulusan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Keuangan, serta perwakilan dari sektor perbankan nasional. Mereka merupakan bagian dari angkatan kedua program magister eksekutif yang didukung oleh beasiswa LPDP. Kurikulum program ini mencakup studi akademik dan kebijakan yang dilakukan di Indonesia, Doha-Qatar, serta Universitas Georgetown di Washington DC, dengan fokus pada diplomasi, analisis kebijakan, dan isu-isu global kontemporer.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyampaikan apresiasi kepada para profesor di School of Foreign Service Georgetown atas bimbingan dan dedikasi mereka dalam mendidik para mahasiswa pascasarjana asal Indonesia.
Dalam pidatonya di hadapan para lulusan, Duta Besar Indroyono menekankan bahwa ilmu pengetahuan, reputasi akademik global, serta jaringan alumni internasional yang mereka peroleh harus menjadi aset penting dalam mendorong transformasi di lingkungan kementerian dan sektor keuangan Indonesia.
Sementara itu, Dekan School of Foreign Service, Joel Hellman, memuji mahasiswa Indonesia karena telah menunjukkan prestasi akademik yang luar biasa sepanjang program berlangsung. Ia menyatakan keyakinannya bahwa mereka akan menjadi panutan bagi angkatan Indonesia di masa depan.
Program EMDIA merupakan salah satu dari dua program Georgetown yang didukung oleh LPDP. Inisiatif lainnya adalah “Program 3-1-1”, yang menggabungkan tiga tahun studi sarjana di Indonesia, satu tahun studi sarjana di Universitas Georgetown, dan satu tahun studi pascasarjana di Georgetown. Kolaborasi ini saat ini melibatkan Universitas Indonesia dan Universitas Bina Nusantara.
Selain itu, penjajakan kolaborasi lebih lanjut juga tengah dilakukan antara Departemen Ilmu Komputer Universitas Georgetown dengan Universitas Bina Nusantara, serta antara Earth Commons Institute Georgetown dengan Universitas Indonesia dalam penelitian ilmu lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim, penyerapan karbon, dan pasar karbon global. (***)



