Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati melalui pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (11/5) waktu setempat.
Dalam forum internasional tersebut, Indonesia memperkenalkan dua langkah strategis nasional yang difokuskan untuk memperkuat konservasi spesies dan tata kelola taman nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan lingkungan hidup dan biodiversitas.
Salah satu langkah yang disampaikan adalah pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan jangka panjang yang berbasis inovasi guna mendukung pengelolaan kawasan konservasi, termasuk melalui pengembangan nilai ekonomi karbon dan penguatan sektor ekowisata.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengembangan wisata alam di kawasan konservasi harus menempatkan fungsi ekologis sebagai prioritas utama.
“Pesan utama yang kami bawa adalah ‘Ecological Before Tourism’. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata. Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” ujar Raja Juli Antoni dalam forum UNFF21.
Ia menambahkan, pemerintah membuka peluang kolaborasi internasional dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga donor, komunitas global, hingga sektor swasta untuk mendukung pengelolaan taman nasional berstandar internasional.
Menurutnya, kerja sama global diperlukan untuk memperkuat pendanaan konservasi sekaligus mendukung transfer teknologi dalam pengelolaan kawasan lindung dan perlindungan spesies langka.
“Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” katanya.
Melalui forum tersebut, Indonesia juga menegaskan posisi strategisnya sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia yang aktif mendorong solusi berbasis alam dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem global.
Dalam sidang UNFF21, Menteri Kehutanan turut didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan sebagai bagian dari delegasi Republik Indonesia.
***



