Petugas pemadam kebakaran hutan dari Manggala Agni terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya api yang mengancam ekosistem hutan, terutama di kawasan lahan gambut yang rentan terbakar.
Tim pemadam dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bekerja di lapangan meskipun menghadapi kondisi cuaca panas serta menjalankan ibadah puasa. Petugas memfokuskan pemadaman pada sejumlah titik api yang terdeteksi di beberapa kabupaten, termasuk Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, serta wilayah Batam.
Dalam proses pemadaman di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, petugas juga meningkatkan kewaspadaan setelah terpantau keberadaan seekor Harimau Sumatera di sekitar area pemadaman. Satwa tersebut diketahui telah beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar kawasan pemukiman dan perkebunan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, menegaskan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas utama selama operasi pemadaman berlangsung. Ia menyatakan seluruh personel wajib menjalankan standar operasional prosedur keselamatan kerja secara disiplin di lapangan.
“Kedisiplinan dalam menjalankan SOP keselamatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar bagi seluruh anggota Manggala Agni saat menjalankan tugas pemadaman di lapangan,” ujar Ferdian dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa kemunculan harimau tersebut tidak berkaitan langsung dengan kebakaran yang sedang terjadi. Berdasarkan pengamatan lapangan, satwa liar tersebut diduga merupakan individu muda yang sedang belajar mandiri mencari wilayah jelajah baru setelah berpisah dari induknya.
Untuk mengantisipasi risiko terhadap petugas maupun satwa liar, tim pemadam segera berkoordinasi dengan otoritas konservasi setempat. Petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau telah diterjunkan ke lokasi guna menangani keberadaan satwa tersebut sesuai dengan prosedur konservasi.
“Demi keselamatan satwa dan juga petugas, kami telah berkoordinasi dengan BBKSDA Riau dan saat ini petugas mereka sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Ferdian.
Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan pada periode Januari hingga Februari 2026, luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tercatat mencapai sekitar 4.400 hektare. Sebagian besar area terbakar berada di lahan gambut dengan persentase mencapai sekitar 94 persen, sehingga membutuhkan penanganan khusus untuk mencegah api merambat di bawah permukaan tanah.
Saat ini fokus penanganan kebakaran berada di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis yang mencatat area terdampak paling luas. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna memastikan upaya pemadaman berjalan efektif serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan yang lebih luas.
Selain penanganan langsung di lapangan, aparat juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus. Kondisi curah hujan yang diprediksi berada di bawah normal pada periode tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Sumatera.
Melalui penguatan patroli, deteksi dini titik panas, serta koordinasi dengan berbagai instansi, pemerintah berupaya menekan dampak kebakaran hutan sekaligus menjaga kelestarian habitat satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.
***



