Sabtu, 28 Februari 2026

Tenggelamnya Kapal Perang USS Houston Di Selat Sunda

Latest

- Advertisement -spot_img

Perang Dunia II meninggalkan sejarah pertempuran laut yang hebat di Laut Jawa. Pada 17 Februari 1942, armada laut sekutu yang dipimpin Laksamana Muda Karel Doorman dari AL Belanda, berkekuatan satu kapal induk, dua kapal penjelajah berat (heavy cruisers), tiga kapal penjelajah ringan (light cruisers) dan sembilan kapal perusak (destroyers), merupakan gabungan kapal kapal perang asal AS, Belanda, Inggris dan Australia, berhadapan dengan armada AL Kekaisaran Jepang.

Pertempuran laut yang hebat pecah. Kekalahan telak diderita armada AL sekutu, satu kapal induk sekutu, De Ruyter dan kapal penjelajah ringan, bernama Java, tenggelam dihajar torpedo AL Jepang. Kapal perusak milik AL Belanda, Kortenaer, juga tenggelam. Total, 11 kapal perang sekutu, bersama lebih dari 2000 pelautnya tenggelam ke dasar laut Jawa.

Ada satu kapal perang jenis penjelajah berat (heavy cruiser) milik AL Amerika Serikat, berhasil lolos dari pertempuran Laut Jawa ini, bernama USS Houston. Pada 28 Februari 1942, malam hari, secara tak terduga, USS Houston  bertemu dengan armada AL Jepang di Selat Sunda.

USS Houston, bersama kapal penjelajah ringan Australia, HMAS Perth, terlibat baku tembak dengan tiga kapal penjelajah Jepang bersama sebuah kapal perusak, Fubuki. Armada AL Jepang menembakkan total 87 torpedo pada kedua kapal Sekutu tadi, diikuti oleh hujan tembakan senapan mesin. Kedua kapal Sekutu tenggelam dalam waktu singkat. 693 awak USS Houston gugur dan ikut tenggelam ke dasar Selat Sunda. Armada AL Jepang juga harus kehilangan sebuah kapal penyapu ranjau dan sebuah kapal angkut yang sarat pasukan, terkena tembakan torpedo sekutu dan tenggelam.

Kehilangan USS Houston adalah momen yang sangat tragis dalam sejarah maritim Amerika. Kapal ini, yang dinamai sesuai dengan kota Houston, membawa nama kota Texas ini ke medan perang Pasifik. Kehilangan kapal dan awaknya dalam pertahanan Hindia Belanda Timur terhadap invasi Jepang, menghubungkan Houston secara langsung dengan perjuangan untuk mempertahankan wilayah kolonial Belanda di Indonesia.

Sebuah Monumen USS Houston dibangun di pusat kota Houston Texas. Setiap tahun, pada bulan Maret, digelar upacara mengenang pertempuran laut di Selat Sunda pada tahun 1942 tadi. Saat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, bertemu Walikota Houston, John Whitmire, 9 Februari 2026, Walikota Whitmire mengundang Duta Besar Indroyono untuk hadir pada peringatan USS Houston, pada Maret 2026 mendatang.

Ia juga memperkenalkan Direktur USS Houston Heritage Foundation  untuk bisa bersama sama mengunjungi Monumen USS Houston. Menanggapi undangan Walikota Houston tadi, Dubes Indroyono berharap kiranya upacara serupa dapat digelar di Selat Sunda, di lokasi tenggelamnya USS Houston, dengan upacara tabur bunga di laut, dan dapat dihadiri para sanak keluarga serta keturunan para awak kapal AL Amerika Serikat tadi.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles