Organisasi Kerja Sama Kehutanan Asia (Asian Forest Cooperation Organization/AFoCO) menuntaskan program Training of Trainers for Forest Fire Suppression (TOTFFS) di kawasan hutan tropis melalui sebuah upacara penutupan yang digelar di Royal Forest Department (RFD), Bangkok, Thailand, pada 30 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Forest Fire Management in Asia (FFMA) yang bertujuan memperkuat kapasitas regional dalam pengendalian dan penanggulangan kebakaran hutan secara profesional, aman, dan efektif.
Program pelatihan intensif selama dua pekan tersebut melibatkan 22 peserta dari lima negara anggota AFoCO, dengan dukungan sembilan pakar kebakaran hutan internasional. Seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan di Provinsi Kanchanaburi, Thailand, dengan fokus pada penanganan kebakaran hutan di lanskap hutan tropis yang memiliki karakteristik medan dan risiko tinggi.
Upacara penutupan dihadiri sejumlah pejabat tinggi yang mencerminkan kuatnya dukungan internasional terhadap program ini, di antaranya Duta Besar Republik Korea untuk Thailand Park Yongmin, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Thailand Mathilde Teruya, serta Wakil Direktur Jenderal Royal Forest Department Thailand Supot Pooratanaopa.
Dalam sambutannya, Park Yongmin menegaskan komitmen Republik Korea untuk terus mendukung AFoCO dan inisiatif FFMA. Ia menilai peningkatan kapasitas teknis dan berbagi pengalaman lapangan antarnegara menjadi faktor penting dalam memperkuat kesiapsiagaan kawasan menghadapi kebakaran hutan. “Kerja sama regional dan pertukaran pengetahuan praktis menjadi kunci untuk meningkatkan respons yang lebih cepat, aman, dan efektif terhadap kebakaran hutan,” ujar Park Yongmin.
Pelatihan minggu pertama difokuskan pada penguatan fondasi teknis, termasuk analisis perilaku api, strategi pemadaman, manajemen keselamatan, serta pembelajaran dari studi kasus operasional. Sesi kelas tersebut dipadukan dengan latihan lapangan awal yang menekankan kerja tim, komunikasi, dan disiplin prosedur operasi, sebagai elemen utama dalam pemadaman kebakaran hutan profesional.
Pada minggu kedua, pelatihan ditingkatkan ke tahap operasional lanjutan melalui simulasi lapangan berbasis skenario nyata di bawah kondisi yang menantang. Para peserta mempraktikkan teknik pemadaman seperti operasi cross-fire, pembangunan sekat bakar terkoordinasi, serta pembakaran terkendali. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan penerapan ketat manajemen risiko, kesiapan pertolongan pertama, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan.
Sebagai bagian dari penguatan kemampuan teknis, peserta juga mengikuti pelatihan rappel yang dibimbing oleh instruktur dari Aviation Headquarters Korea Forest Service. Pelatihan ini memperkenalkan teknik penurunan personel dari udara yang digunakan dalam operasi pemadaman kebakaran di wilayah terpencil dan bergunung, sehingga memperluas pemahaman peserta mengenai pendekatan terpadu dalam pengendalian kebakaran hutan.
Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Thailand, Mathilde Teruya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Ia menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus pengurangan risiko bencana di kawasan. “Kebakaran hutan merupakan tantangan lintas negara yang membutuhkan respons kolektif dan investasi berkelanjutan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Jenderal Royal Forest Department Thailand, Supot Pooratanaopa, menyoroti meningkatnya kompleksitas dan frekuensi kebakaran hutan di kawasan Asia. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas personel lapangan dan kesiapan operasional menjadi elemen krusial dalam menghadapi tantangan tersebut. “Pelatihan seperti ini membangun ketangguhan dan profesionalisme petugas di lapangan, yang sangat dibutuhkan dalam situasi kebakaran yang semakin sulit diprediksi,” ujar Supot.
Dengan berakhirnya program ini, para peserta akan kembali ke negara masing-masing sebagai pelatih bersertifikat yang memiliki kemampuan teknis dan pedagogis untuk mereplikasi program TOTFFS di tingkat nasional. Melalui skema pelatihan berjenjang tersebut, AFoCO menargetkan terciptanya jaringan petugas pemadam kebakaran hutan yang lebih kuat, profesional, dan terkoordinasi di seluruh Asia.
Program FFMA Training of Trainers on Forest Fire Suppression di hutan tropis ini menandai langkah penting dalam memperkuat kesiapan regional Asia menghadapi risiko kebakaran hutan di tengah tekanan perubahan iklim yang semakin kompleks.
***



