Fort Worth Aviation Museum di Fort Worth, Texas mendapatkan tambahan koleksi baru tentang aviasi Indonesia, diserahkan oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, yang didampingi Konsul Jenderal RI di Houston, Ourina Ritonga dan Atase Perhubungan KBRI Washington DC. Ade Kusmana.
Pada Senin, 9 Februari 2026, dalam kunjungan kerjanya nya ke Houston, Texas, Dubes Indroyono singgah di Forth Worth Aviation Museum guna menyerahkan beberapa artefak, antara lain, miniatur pesawat CN-235 TNI-AU “Tetuko” dan lukisan pesawat tempur taktis OV-10/F Bronco TNI-AU, guna diabadikan di Museum Penerbangan ini. Koleksi baru untuk Museum diterima oleh Direktur Fort Worth Aviation Museum, Jim Hodgson dan ini adalah koleksi kedua asal Indonesia yang diserahkan kepada Museum.
Sebelumnya, pada tahun 2016, Professor Indroyono Soesilo, selaku Utusan Khusus RI pada International Civil Aviation Organization (ICAO) juga telah menyerahkan miniatur pesawat tempur taktis OV-10/F Bronco TNI AU, beserta foto foto para penerbang tempur OV-10 TNI-AU, serta sejarah operasi Skadron OV-10/F TNI-AU pada kurun 1976 – 2009, kepada, kala itu, bernama Museum OV-10/Bronco.
Pesawat tempur taktis OV-10/F Bronco, buatan North American Rockwell USA, dioperasikan di 16 negara di Dunia, termasuk di Indonesia. Hanya ada dua skadron Pesawat Tempur Taktis OV-10/F Bronco di Dunia yang paling banyak melaksanakan tugas operasi militer, yaitu Skadron OV-10 Bronco US Marines operasi di Vietnam dan Skadron OV-10/F Bronco TNI-AU operasi di Timor Timur.
Sedang penyerahan miniatur pesawat CN-235/ Tetuko TNI-AU, jenis pesawat intai, untuk koleksi baru Fort Worth Aviation Museum bertujuan untuk mengabadikan karya teknologi unggul putera-puteri Indonesia di kancah Dunia.
Pesawat CN-235 “Tetuko”, dibangun oleh PT.Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) – Bandung, yang sekarang bernama PT.Dirgantara Indonesia (PT.DI), bekerja sama dengan CASA-Spanyol, dan diluncurkan perdana pada tahun 1983. Sejak diluncurkan, pesawat turbo bermesin ganda dan mampu mengangkut 35 penumpang ini, telah diproduksi sebanyak lebih dari 300 pesawat dan dioperasikan di lebih dari 20 negara, termasuk di Amerika Serikat.
Pada operasi militer AS dengan sandi “Absolute Resolve” ke Venezuela, 3 Januari 2026 lalu, sebuah pesawat CN-235 turut dalam operasi sebagai pesawat komando dan komunikasi. Dalam waktu dekat, PT. Dirgantara Indonesia akan membangun tambahan 80 pesawat CN-235/Tetuko untuk dioperasikan di dalam negeri.
Direktur Fort Worth Aviation Museum, Jim Hodgson, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dubes Indroyono atas perhatiannya terhadap salah satu museum penerbangan terkemuka yang ada di AS. Sebagai balasan, Dubes Indroyono menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan diserahkan pula berbagai koleksi miniatur pesawat-pesawat tempur TNI-AU buatan Amerika Serikat, seperti pesawat F-16/Fighting Falcon, pesawat A-4/Skyhawk dan pesawat T-33/Bird.
***



