Rabu, 25 Maret 2026

Miniatur dan Diorama Tank M3A3 Stuart Menambah Koleksi Museum Kavelri Bandung

Latest

- Advertisement -spot_img

Museum Kavaleri Bandung tampak ramai dikunjungi masyarakat pada Minggu siang, 8 Februari 2026. Sejak memasuki area museum yang terletak di Jalan Gatot Subroto, pengunjung terlihat memadati ruang pamer, halaman, hingga area kafe keluarga yang menjadi ciri khas museum tersebut. Suasana hangat dan interaktif terasa kuat, dengan anak-anak, orang tua, hingga komunitas sejarah menikmati koleksi sekaligus fasilitas pendukung yang tersedia.

Siang itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kavaleri TNI Angkatan Darat ke-76, Komunitas Sahabat Museum Kavaleri menyerahkan koleksi berupa miniatur, diorama, dan foto-foto sejarah kavaleri Indonesia untuk diabadikan di Museum Kavaleri Bandung. Penyerahan koleksi dilakukan secara simbolis oleh Wawan Hermawan, mewakili Komunitas Sahabat Museum Kavaleri, kepada Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI-AD, (Danpussenkav) Mayjen TNI Eko Susetyo.

Adapun miniatur dan diorama yang diserahterimakan menggambarkan Tank M3A3 Stuart Korps Kavaleri TNI AD. Tank M3A3 Stuart merupakan tank buatan Amerika Serikat dengan berat sekitar 13 ton dan kecepatan maksimum 50 kilometer per jam. Alutsista ini dipersenjatai meriam kaliber 37 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm.

Dalam catatan sejarah, Tank M3A3 Stuart diambil alih oleh TNI dari Tentara KNIL-Belanda pada 9 Februari 1950. Tank ini kemudian terlibat dalam sejumlah operasi militer penting, antara lain penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada 1950, pemberontakan DI/TII di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, operasi penumpasan PRRI di Sumatra serta Permesta di Sulawesi Utara pada 1958, hingga peristiwa G30S/PKI pada 1965.

Miniatur Tank M3A3 Stuart yang kini menjadi koleksi terbaru Museum Kavaleri Bandung tersebut merupakan kenang-kenangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat. Kenang-kenangan itu melibatkan sejumlah pejabat, yakni Prof Dr Ir Indroyono Soesilo MSc selaku Duta Besar RI untuk AS, Kolonel Arm Tri Arto Subagio sebagai Atase Darat RI di KBRI Washington DC, Letkol Kav Adek Kurniawan selaku Perwira FMS KBRI Washington DC, serta Mayor Kav Edward Lumban Toruan sebagai Asisten Atase Pertahanan RI di KBRI Washington DC.

Dalam sambutannya, Danpussenkav Mayjen TNI Eko Susetyo menyampaikan apresiasi atas prakarsa Kedutaan Besar RI di AS dan Komunitas Sahabat Museum Kavaleri dalam mendukung pengembangan Museum Kavaleri Bandung. Ia menilai museum tersebut memiliki konsep yang unik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Museum ini dengan konsep uniknya telah mendapat respon cukup baik dari masyarakat. Kenang-kenangan ini akan menjadi koleksi yang bagus bagi museum ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wawan Hermawan menjelaskan bahwa miniatur dan diorama Tank M3A3 Stuart dirancang bersama Muhammad Iskandarsyah. Proses pengerjaan miniatur tersebut memakan waktu sekitar 10 hari. Ia berharap koleksi baru ini dapat menghidupkan museum sekaligus menjadi sarana edukasi yang menarik.

“Semoga kenang-kenangan ini bisa membantu museum untuk semakin hidup, agar sejarah kavaleri selalu lestari, dan anak-anak muda bisa belajar banyak dari media edukasi yang inovatif ini,” kata Wawan.

Museum Kavaleri Bandung dengan koleksi luar-ruang beragam jenis kendaraan tank dan panser, serta koleksi didalam ruangan mencakup miniatur Tank, panser serta foto foto dokumen perjalanan sejarah Korps Kavaleri TNI AD, dikenal memiliki konsep ramah keluarga dengan dukungan sejumlah tenant makanan dan minuman. Lokasinya yang strategis di tengah Kota Bandung, serta konsep kafe keluarga, menjadikan museum ini selalu ramai pengunjung, terutama pada akhir pekan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles