Rabu, 25 Maret 2026

Menuju Kemandirian Energi Minyak dan Gas Bumi Di Tanah Air

Latest

- Advertisement -spot_img

Kebijakan kemandirian energi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diimplementasikan, antara lain, dengan memacu peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri.  Sasaran produksi dipatok cukup ambisius, yaitu 1 juta barel/hari pada tahun 2030, dengan peta jalan, sebagai berikut: produksi tahun 2025 mencapai 605.000 barel/hari, tahun 2026 mencapai 610.000 barel/hari, tahun 2029 mencapai 900.000 barel/hari dan tahun 2030 mencapai 1.000.000 barel/hari.  

Target tahun 2025 berhasil dicapai dan sasaran produksi tahun 2026, guna mencapai 610.000 barel/hari, diupayakan dengan kerja keras.  Berbagai program peningkatan produksi, didukung penerapan teknologi mutakhir, digencarkan.  Pada 9 Februari 2026, bertempat di Markas Exxon-Mobil, Houston, Texas, AS telah ditandatangani Naskah Kerja Sama antara Kementerian ESDM RI dan Exxon-Mobil di bidang interpretasi data geologi dan geofisika bawah permukaan menggunakan superkomputer teknologi mutakhir, Discovery 6, yang mampu memprakirakaan keberadaan kandungan migas di bawah tanah hingga ketepatan diatas 75%.  

Acara penandatanganan Naskah Kerjasama dihadiri Duta Besar RI untuk AS, Indroyono Soesilo dan President Exxon-Mobil Indonesia, Wade Floyd.  Kemudian, pada 19 Februari 2026, di KBRI Washington DC, telah ditanda-tangani kerjasama penerapan teknologi pemboran migas mutakhir antara Pertamina dan Halliburton Corp. USA. Simon A. Mantiri, Direktur Utama Pertamina, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari transformasi berkelanjutan produksi hulu Pertamina untuk meningkatkan national lifting dan menjamin pasokan energi yang andal. Martin White, Senior Vice President Asia Pacific Halliburton, menegaskan bahwa timnya membawa pengalaman global ke operasi lapangan lokal untuk meningkatkan efektivitas stimulasi dan mengoptimalkan produksi.

Saat menerima kunjungan kerja Dubes RI, Indroyono Soesilo ke Markas Halliburton di Houston – Texas, 6 Maret 2026, Senior Vice President Halliburton, Josh Sears menyampaikan bahwa Halliburton telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1951. Di Indonesia, Halliburton memiliki tiga lokasi operasional, yaitu lapangan migas di Duri, Provinsi Riau, di Balikpapan dan kantor pusat di Jakarta.  Perusahaan Halliburton menyediakan berbagai peralatan dan jasa untuk pengeboran minyak bumi termasuk layanan wireline logging. Pada 19 Februari 2026, Pertamina dan Halliburton menandatangani Naskah Kerja Sama untuk mempercepat penerapan teknologi konstruksi sumur dan stimulasi non-konvensional di Indonesia. 

Josh Sears juga menyampaikan bahwa kerja sama Halliburton dengan Pertamina difokuskan pada revitalisasi lapangan-lapangan minyak tua (mature fields) melalui teknik non-konvensional,  seperti multi-stage hydraulic fracturing, stimulasi asam, dan otomasi berbasis AI.   Diharapkan, teknologi canggih ini bisa menjadikan lapangan-lapangan tua kembali produktif dan berkontribusi pada produksi energi nasional, seiring dengan upaya Indonesia menerapkan pendekatan gaya Amerika Utara (North American-style fracturing) pada reservoir Asia Tenggara.  

Beberapa proyek migas untuk meningkatkan produksi mencakup: Proyek CEOR lapangan Minas, Riau, ditargetkan menambah ~70.000 barel/hari pada tahun 2030 dan mencapai puncak hingga 150.000–200.000 barel/hari. Lalu ada 8 proyek hulu migas baru di tahun 2026, dengan total investasi US$478 juta, menambah kapasitas produksi minyak, gas, dan kondensat​.  Juga, potensi tambahan dari sumur-sumur komunitas (community drilling) yang bisa mendorong lifting melebihi 700.000 barel/hari dalam waktu dekat​.

Halliburton Corp. USA mendukung pula program energi baru dan terbarukan di Indonesia, diantaranya pengembangan energi panas bumi di Sumatera Utara dan di Nusa Tenggara Timur.  Di dua lokasi ini, Halliburton menyediakan layanan directional drilling, penyemenan, fluida pengeboran, dan drill bits. Kemitraan ini sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2060, dan memperkuat portofolio Low Carbon Solutions Halliburton secara global.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles