Sebagai negara demokrasi terbesar di Dunia, Amerika Serikat (AS) menerapkan sistem demokrasi tiga pilar, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif, yang permanen dan seimbang. Sistem yudikatifnya sangat independen, sedang sistem eksekutif dan legislatif-nya saling berimbang dan saling mengontrol.
Memang, ada tambahan satu pilar lagi yang terus mengontrol ketiga pilar tadi, yaitu sistem pers & media yang bebas. Seorang Duta Besar yang mewakili Indonesia harus bisa bermitra dengan lembaga eksekutif, baik di pemerintah Federal AS maupun di pemerintah Negara Bagian AS, harus bisa menjalin hubungan dengan para anggota konggres dan senator AS, juga dengan para pakar universitas dan lembaga think tank, serta dengan dunia usaha AS.
Duta Besar RI, Indroyono Soesilo, sejak ketibaannya di Washington DC 4 bulan lalu, terus menjalin hubungan dengan para anggota parlemen, atau anggota konggres AS, yang bermarkas di gedung parlemen AS, The Capitol Hill – Washington DC, guna memperkenalkan berbagai kebijakan Pemerintah Indonesia kepada para anggota konggres, sekaligus memperoleh kesepahaman, mengingat para anggota konggres AS ini juga mempunyai mitra di Pemerintah Federal AS, serta memiliki konstituen di negara-negara bagian masing masing.
Jalinan kemitraan dilaksanakan dengan anggota konggres Ami Berra (Partai Demokrat) asal California, juga dengan anggota konggres Ed Case ( Partai Demokrat) dari Negara Bagian Hawaii. Tidak lupa pula dengan anggota konggres Rudy Yakym (Partai Republik) asal negara bagian Indiana, serta dengan anggota konggres Young Kim (Partai Republik) asal Negara Bagian California.
Bersama anggota konggres Carol Miller (Partai Republik) dari Negara Bagian West Virginia, Duta Besar Indroyono membahas tentang implementasi US – Indonesia Comprehensive Strategic Partnership yang ditanda-tangani tahun 2023, termasuk kerjasama industri minyakbumi, gasbumi dan batubara yang merupakan sumberdaya unggulan negara bagian West Virginia.
Anggota konggress Carol Miller, yang juga menjabat Ketua Kaukus Indonesia di Konggres AS, berjanji untuk lebih menggalang dukungan kebijakan luar negeri AS, utamanya dengan Indonesia.
Harapan Duta Besar Indroyono, untuk kiranya para anggota konggres AS dan senator AS dapat berkunjung ke Indonesia pada tahun 2026 ini, guna melihat secara langsung dinamika kehidupan masyarakat negara demokrasi nomor tiga terbesar di Dunia setelah AS, dengan populasi 280 juta, yang berarti nomor 4 terbesar di Dunia setelah AS, serta merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di Dunia, mulai terwujud.
Setelah 3 tahun tanpa ada kunjungan anggota delegasi konggres AS, maka pada Maret 2026 yad. beberapa anggota konggres AS akan mengadakan lawatan ke Indonesia, sebagai bagian dari agenda lawatan mereka ke beberapa negara di Asia dan Eropa.
Delegasi anggota konggres AS, yang tergabung dalam House Democracy Partnership (HDP), akan berkunjung ke Jakarta, dipimpin langsung oleh ketua HDP, Vern Buchanan, anggota kongress Partai Republik dari negara bagian Florida.
Termasuk dalam anggota delegasi adalah Dina Titus, anggota konggres Partai Demokrat asal negara bagian Nevada, Neal Dunn, anggota konggres Partai Republik asal negara bagian Florida, Norma Torres, anggota konggres Partai Demokrat asal negara bagian California, Gwen Moore, anggota konggres Partai Demokrat asal negara bagian Wisconsin, Delia Ramirez, anggota congress Partai Demorat asal negara bagian Illinois, Andy Ogles, anggota konggres Partai Republik asal negara bagian Tennessee dan Lloyd Dogget, anggota konggres Partai Republik asal negara bagian Texas.
Selama kunjungannya di Indonesia, mereka akan bertemu dengan mitra pimpinan DPR RI, bertemu para Menteri Kabinet Merah Putih dan meninjau beberapa proyek Kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Guna memperkenalkan secara ringkas tentang kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, serta memperkenalkan ragam kulinari Nusantara, maka pada Selasa 3 Februari 2026, bertempat di Wisma Indonesia – Tilden Street, Washington DC, Dubes RI Indroyono Soesilo menggelar acara jamuan santap malam bagi para anggota konggres AS yang segera akan bertolak ke Indonesia.
***



