Rabu, 25 Maret 2026

Memperingati 84 Tahun Tenggelamnya USS Houston CA-30

Latest

- Advertisement -spot_img

Sebuah peristiwa bersejarah diperingati di dua lokasi yang terpisah sejauh 16.500 kilometer. Pada 28 Februari 2026, di Selat Sunda, Jawa Barat, di geladak kapal perang fregat ringan TNI-AL, KRI Bung Tomo-357, yang berlayar di Selat Sunda, digelar upacara tabur bunga mengenang pertempuran laut Selat Sunda, 28 Februari 1942, 84 tahun lalu, dan mengenang tenggelamnya kapal perang AL Amerika Serikat, USS Houston-CA 30, yang dihantam 87 torpedo armada laut Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia II.  

Sedang di pusat Kota Houston, Texas, AS, pada 7 Maret 2026 berlangsung upacara serupa mengenang pertempuran laut tadi, di Monumen USS Houston, CA-30. Acara tabur bunga di Selat Sunda, dilaksanakan oleh Kuasa Usaha AI Kedutaan Besar AS di Jakarta, Duta Besar Peter Haymond, sedang di Houston AS, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo meletakkan karangan bunga di Monumen USS Houston CA-30.  

Hadir pada peringatan tenggelamnya USS Houston di kota Houston tadi, antara lain, Konjen RI di Houston, Ourina Ritonga, Atase Angkatan Laut RI, Kolonel Yudi Ardian, Executive Director of USS Houston CA-30 Survivors Association and Next Generation. Mr. John K.Schwarz, para isteri, anak dan cucu awak USS Houston, serta perwakilan dari  negara-negara Australia, Inggris, dan Belanda, para veteran perang dunia II dan para kadet Akademi AL.

Dalam sambutannya, Dubes Indroyono menyampaikan belasungkawa dan simpati yang dalam kepada keluarga awak USS Houston.  Ia menegaskan bahwa  para pahlawan yang gugur di Selat Sunda harus selalu dihormati dan dikenang sepanjang masa karena pengorbanan mereka tidaklah sia-sia.  Adalah tugas kita bersama, baik Indonesia maupun AS, untuk bisa melestarikan lokasi tenggelamnya USS Houston guna menghormati makam sekitar 693 pelaut yang gugur dan tenggelam di dasar Selat Sunda itu.  

Pada tahun 2014, dalam Latihan Carat 2014, pihak TNI-AL dan AL AS telah mengadakan survey dan penyelaman pada lokasi karamnya USS Houston, yaitu sekitar 20 mil laut dari Pelabuhan Merak, Banten. Salah satu program kemitraan strategis Indonesia–AS, disepakati upaya menemukan dan mengangkat kerangka prajurit prajurit AS yang gugur saat Perang Dunia II, sekaligus melestarikan situs situs sejarah pertempuran pertempuran Perang Dunia II di wilayah Indonesia.

Pada kesempatan tadi, Dubes Indroyono juga mengundang para anak-cucu, keturunan awak USS Houston untuk bisa hadir pada upacara mengenang tenggelamnya USS Houston ini, langsung di lokasi tempat kapal tadi karam. Juga, direncanakan akan diabadikan sebuah prasasti bertulisan lokasi geografis karamnya kapal perang USS Houston CA-30 di Selat Sunda, pada Monumen USS Houston CA-30 di Kota Houston.

Dalam kilasan sejarah, pada 28 Februari 1942, malam hari, secara tak terduga, kapal penjelajah berat (heavy cruiser) USS Houston dengan awak 1068 prajurit, bertemu dengan armada AL Jepang di Selat Sunda. USS Houston, bersama kapal penjelajah ringan Australia, HMAS Perth, terlibat baku tembak dengan tiga kapal penjelajah Jepang bersama sebuah kapal perusak, Fubuki. Armada AL Jepang menembakkan total 87 torpedo pada kedua kapal Sekutu tadi, diikuti oleh hujan tembakan senapan mesin.

Kedua kapal Sekutu tenggelam dalam waktu singkat.  693 awak USS Houston gugur dan ikut tenggelam ke dasar Selat Sunda. Armada AL Jepang juga harus kehilangan sebuah kapal penyapu ranjau dan sebuah kapal angkut yang sarat pasukan, terkena tembakan torpedo sekutu dan tenggelam.

Kehilangan USS Houston adalah momen yang sangat tragis  dalam sejarah maritim Amerika. Kapal ini, yang dinamai sesuai dengan kota Houston, membawa nama kota Texas ini ke medan perang Pasifik. Kehilangan kapal dan awaknya dalam pertahanan Hindia Belanda Timur terhadap invasi Jepang, menghubungkan Houston secara langsung dengan perjuangan untuk mempertahankan wilayah kolonial Belanda di Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More Articles