Kamis, 1 Januari 2026

Gotong Royong Lintas Pihak Bersihkan Limbah Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan mengoordinasikan pembersihan kayu dan material limbah bencana banjir serta longsor di sejumlah wilayah Sumatera melalui kerja gotong royong lintas pihak. Kegiatan ini melibatkan Unit Pelaksana Teknis Kemenhut, TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra swasta, relawan, dan masyarakat setempat untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan fasilitas publik.

Pembersihan dilakukan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak pertengahan Desember 2025. Fokus utama kegiatan mencakup area permukiman, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, akses transportasi, serta kawasan pesisir yang terdampak tumpukan kayu dan material sisa bencana.

Di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, tim gabungan memusatkan pembersihan di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin dan wilayah Langkahan. Ratusan personel dan puluhan unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses dan pemulihan fasilitas umum. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Subhan menyatakan bahwa pembersihan dilakukan secara intensif, termasuk pada malam hari, dengan progres pembersihan di lingkungan pesantren telah mencapai sekitar 65 persen.

Tim Manggala Agni, BBTNGL, dan BKSDA Aceh turut membersihkan ruang belajar, masjid, serta fasilitas pendukung lainnya. Petugas juga melakukan pengukuran dan pencatatan kayu limbah sebelum memindahkannya ke lokasi penampungan sesuai ketentuan pengelolaan.

Di Sumatera Utara, Kementerian Kehutanan mendukung kegiatan pembersihan yang dikomandani Satuan Tugas Pemerintah Daerah. Kegiatan berlangsung di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra swasta, relawan, dan masyarakat. Kepala BBKSDA Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menjelaskan bahwa Kemenhut memberikan dukungan teknis, personel, dan pendampingan lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Sementara itu di Sumatera Barat, pembersihan material kayu dilakukan di kawasan pantai Kota Padang oleh rimbawan dari UPT Kemenhut, Manggala Agni, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sejak 20 hingga 25 Desember 2025, tim berhasil membersihkan sepanjang 5,6 kilometer garis pantai ke arah utara. Kepala BKSDA Sumatera Barat Hartono menyampaikan bahwa alat berat digunakan untuk memindahkan kayu berukuran besar, sementara serpihan kayu dibersihkan secara manual melalui gotong royong.

Kementerian Kehutanan memastikan seluruh kegiatan pembersihan dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan mekanisme pengelolaan kayu limbah bencana bersama pemerintah daerah dan para pihak terkait. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta mendukung keselamatan dan keberlanjutan aktivitas masyarakat.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles