Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada ibu rumah tangga di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (29/11/2025).
Permasalahan sampah di Kota Bekasi telah menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Berdasarkan dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, timbulan sampah di Kota Bekasi pada tahun 2024 mencapai 614.462,32 ton. Secara nasional, sekitar 50,71% dari total sampah berasal dari rumah tangga, yang menunjukkan bahwa sumber utama sampah di Indonesia berasal dari aktivitas domestik.
Maka itu, untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan langkah konkret seperti edukasi kepada ibu rumah tangga melalui Program Inovasi Sosial Partisipasi Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dalam Memilah Sampah Sejak Dini dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama lintas Fakultas, FEB, FISIP, dan SPPB UI dengan Bank Sampah Alamanda Sejahtera.
Perwakilan Civitas Akademika Universitas Indonesia, Dwini Handayani mengungkapkan bahwa, “Ibu rumah tangga memiliki peran utama dalam mengelola sampah rumah tangga, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik, Ibu rumah tangga juga memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.” Menurut Dwini, edukasi mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar menjadi sangat penting agar praktik ini dapat diterapkan secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis limbah.
Ketua RW 02 Kelurahan Bojong Menteng, Dain Santoso menyambut antusias kegiatan ini, “Keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Perempuan memainkan peran sentral dalam rumah tangga, seperti mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.” Ia juga menambahkan praktek dan edukasi kepada Ibu Rumah Tangga ini penting untuk memantik nalar bisnis kecil dari sampah.
Kegiatan dalam program meliputi:
- pendampingan pembentukan unit bank sampah,
- praktik pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromatik,
- praktik pembuatan kemasan saset menjadi anyaman,
- pendampingan branding produk daur ulang kelompok Ibu Rumah Tangga untuk pengembangan target pemasaran,
- kolaborasi dan advokasi regulasi dengan stakeholder terkait.
“Dengan adanya pelatihan ini, ibu rumah tangga, dapat menabung sampah yang dapat didaur ulang, menghasilkan uang dari limbah rumah tangga dan mendapatkan manfaat ekonomi lainnya,” jelas Apriliawati selaku Ketua Bank Sampah Alamanda Sejahtera.
Kegiatan ini menandai langkah awal untuk menciptakan kepedulian lingkungan yang dimulai dari ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah domestik. Pengabdian masyarakat ini mendorong Sustainable Development Goals nomor 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang berfokus pada pengurangan limbah dan penerapan ekonomi sirkular. Kegiatan ini berhasil terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI dan PT. Bumi Reources Minerals, Tbk. serta dukungan fasilitas dan tenaga dari Bank Sampah Alamanda Sejahtera.



